Omzet Bengkel di Kulon Progo Anjlok Imbas Kenaikan Harga Hingga Terbatasnya Pasokan Oli

Naiknya harga oli kendaraan membuat tingkat pembelian di Kulon Progo menjadi turun

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Alexander Aprita
OMZET TURUN - Seorang pemilik bengkel, Sulistyo, menunjukkan salah satu produk oli kendaraan yang dipajang di Bengkel Binangun, Kapanewon Wates, Kulon Progo, Kamis (11/06/2026). Kenaikan harga komponen kendaraan seperti oli membuat omzet bengkel menurun 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Selain harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi naik, masyarakat kini juga dihadapkan dengan kenaikan harga komponen kendaraan.

Salah satunya oli yang digunakan untuk perawatan rutin kendaraan.

Kepala Unit Bengkel Binangun di Kapanewon Wates Kulon Progo, Sulistyo Nur Abadi, mengungkapkan harga oli saat ini melonjak cukup tinggi. Lonjakan terjadi sejak awal Mei 2026 lalu.

"Salah satu produk oli misalnya, dari harga Rp340 ribu per botol, sekarang naik jadi kisaran Rp400 ribu," kata Sulistyo ditemui pada Kamis (11/06/2026).

Ia menilai kenaikan harga oli dipicu oleh konflik di Iran.

Terutama sejak adanya blokade di Selat Hormuz, yang menyebabkan distribusi minyak seluruh dunia terhambat, termasuk Indonesia.

Kondisi ini semakin diperparah dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah.

Sebab, Sulistyo mengatakan banyak merek oli kendaraan yang diimpor dari luar negeri.

"Kondisi rupiah juga sangat berpengaruh dengan kenaikan harga oli sekarang ini," ujarnya.

Baca juga: Harga Solar Nonsubsidi Naik, Dishub Kulon Progo Minta Anggaran Tambahan untuk BBM Bus Sekolah

Kelangkaan

Tak hanya harganya naik, Sulistyo mengungkapkan bahwa pasokan dari distributor kini dibatasi karena sedang terjadi kelangkaan. 

Ia mencontohkan pernah memesan sebanyak 20 karton oli kendaraan, namun yang datang hanya tiga karton.

Naiknya harga oli kendaraan membuat tingkat pembelian menjadi turun.

Sebab para pemilik kendaraan kini memilih untuk menahan tidak membeli oli baru untuk perawatan kendaraannya.

"Penurunan omzet cukup signifikan di awal Juni, antara 15 sampai 20 persen," ungkap Sulistyo.

Kenaikan Harga BBM

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga BBM non subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai 10 Juni 2026. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved