Harga Pertamax Naik

Warga Khawatir Kenaikan Harga BBM Pertamax Picu Efek Domino Ekonomi

Kenaikan yang terbilang drastis sontak memukul isi dompet warga, terutama yang selama ini mengandalkan Pertamax untuk mobilitas harian.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Alexander Aprita
ISI BBM - Aktivitas pengisian BBM di SPBU Wates, Kulon Progo, pada Rabu (10/06/2026). Pertamina telah menaikkan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 mulai 10 Juni 2026. 

Keluhan senada juga disampaikan oleh Wahyu, warga Gamping. 

Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sepeda motornya selama satu minggu, ia biasanya cukup mengeluarkan uang Rp50.000. 

Kini, ia terpaksa tidak mengubah nominal pembelian, meskipun konsekuensinya jumlah liter BBM yang didapat jelas berkurang.

"Kenaikannya sangat terasa. Ke depannya seperti apa, saya belum tahu, tapi otomatis sekarang harus ada uang tambahan untuk beli bahan bakar,"ujar dia.

Ugal-ugalan

Dilema kini juga dirasakan para driver ojek online (ojol) atas kenaikan harga Pertamax. Mereka merasa tercekik lantaran setiap harinya mengandalkan BBM untuk operasional mengantar penumpang. 

Ketua Wadah Komunikasi Antar Driver Aktif (Wakanda) Yogyakarta, Rie Rahmawati, mengatakan, meski kebanyakan driver ojol menggunakan Pertalite, namun adanya kenaikan Pertamax berpotensi memicu migrasi pengguna ke BBM subsidi.

“Itu akan mengakibatkan yang tadinya konsumen pertama jadi antre di BBM yang subsidi. Antrian itu kan mestinya ojol juga ikut antre di situ, kan itu juga menyita waktu. Menyita waktu karena estimasi waktu bagi ojol kan juga sangat pengaruh ke kinerja,” katanya, Rabu.

Selama proses antre BBM di SPBU, menurutnya para driver mau tidak mau harus mematikan aplikasinya. 

Jika aplikasi tetap dinyalakan saat mengantre BBM, menurutnya berisiko orderan akan di-cancel yang nantinya berpengaruh kepada performa akun.

Persoalan lain juga muncul lantaran beberapa layanan ojol menyedikan penggunaan motor dengan kapasitas kubik mesin yang besar. 

Selama ini, menurut Rie, mereka juga memakai BBM jenis Pertamax. 

Tetapi, setelah harganya naik, secara otomatis mereka harus beralih ke Pertalite. 

Rie mengatakan, para driver ojol akan menyatakan sikap terhadap kenaikan harga BBM. 

Mereka juga berencana berdialog dengan beberapa komunitas lain untuk menyikapi kenaikan BBM ini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved