Fenomena Titik Api di Seyegan

Sudah 91 Titik Api Muncul Dalam 12 Hari di Rumah Agus Yani Seyegan Sleman

Kemunculan api secara tiba-tiba masih terjadi dan membakar berbagai barang di rumah warga Seyegan, Sleman.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Joko Widiyarso
Istimewa/Tangkapan layar video
Titik api muncul lagi membakar tumpukan kayu di belakang rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Kamis malam. 

Penyelidik Bumi Muda BPPTKG, Aris Dwi Nugroho mengatakan pengerukan ini bertujuan untuk mencari sumber gas, setelah tim Geologi UPN menemukan gelembung-gelembung dari bawah air, sebagai indikasi adanya gas metan dari rawa. 

Pihaknya telah menelusuri area itu dari sisi timur ke barat daya untuk melacak jalur gas metan tersebut, namun nihil.

“Adanya di barat laut sana dekat pohon bambu itu ada, tapi hilang cuma empat persen. Setelah kami ke rumah juga nggak ada (gas metan),” katanya di Sungai Nepen, Rabu.

Ia menerangkan gas metan yang diduga bersumber dari Sungai Nepen ini bisa mengarah ke rumah Agus Yani lantaran sesar di sebelah barat Progo berarah barat timur. 

Sesar tersebut membuat sesar-sesar atau kekar-kekar kecil.

“Di bawah situ ada kekar yang bisa kita ukur, itu arahnya 280 kalau dari sini (Sungai Nepen) itu hampir sama dengan rumahnya Pak Agus yang di sana. Jadi gas itu menyebar melalui rekahan yang tadi, berarah tadi menuju ke rumah Pak Agus. Teman-teman UPN sedang membuat lintasan geolistrik di sana, harapannya kalau memang ada rekahan itu ke-detect,” terangnya.

Pengerukan ini diharapkan dapat menghilangkan sumber gas metan yang diduga berasal dari Sungai Nepen. 

Setelah pengerukan, pihaknya akan mengambil sampel kembali untuk mengecek kadar gas metan. 

“Harapannya, kalau ini hilang, sudah nggak ada di sana, supaya source metan itu hilang. Ini kami hilangkan, kami akan mencoba mengukur di sana lagi, nanti ambil sampel udara sana seperti apa,” imbuhnya. 

Intip struktur batuan

Adapun perekaman dan pemetaan geofisika oleh UPN dilakukan di sekitar 6-7 lintasan, utamanya di sisi timur rumah Agus Yani, dengan lintasan terdekat berjarak 30 meter di belakang rumah. 

Para peneliti memasang patok-patok di sepanjang lintasan yang diukur. Panjang lintasan sekitar 200 meter.

Koordinator Peneliti Geofisika UPN “Veteran” Yogyakarta, Ardian Novianto mengatakan pihaknya menggunakan alat geolistrik untuk membaca resistivitas batuan, guna melihat lapisan di bawah tanah dan pola-pola lapisan batuan dari segi hambatan jenis listriknya. 

“Nanti ada desain akuisisi yang sudah kita lakukan, tapi tidak mengotak (di rumah Agus Yani),” katanya.

Pihaknya menduga ada lapisan batuan yang menjadi tempat berkumpulnya gas. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved