Ancaman Gempa Megathrust, Masyarakat Diminta Perkuat Literasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Dwikorita mengatakan ancaman gempa megathrust Jawa sama sekali bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai dasar vital guna merancang mitigasi
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
Ova menjelaskan percepatan pemulihan pasca bencana ditopang oleh tingginya modal sosial (seperti gotong-royong dan andhap asor) serta nilai spiritual nerimo ing pandum, yang berfungsi sebagai mekanisme koping tangguh dan memberikan kebermaknaan hidup melampaui ukuran materi semata.
“Saya kira ini menjadi fenomena yang perlu kita pelajari untuk mempersiapkan apa yang akan datang. Jogja memiliki kekayaan nilai sosial, budaya, dan spiritual,” paparnya.
Seperti diketahui, gempa yang terjadi pada 27 Mei 2006 silam dengan magnitudo 6,4 SR tersebut mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi Yogyakarta dan sekitarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Bappenas bersama Pemerintah Jawa Tengah, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sejumlah mitra internasional, gempa Bantul tahun 2006 mengakibatkan sekitar 5.700 korban meninggal dunia dan 70.000 orang mengalami luka-luka.
Bencana tersebut juga menyebabkan sekitar 154.000 rumah hancur serta 260.000 rumah mengalami kerusakan berat, dengan total kerugian yang ditaksir mencapai Rp29,1 triliun. (hda)
| Refleksi 2 Dekade Gempa Jogja, Ratusan Masyarakat Ikut Susur Jejak Arsitektur di Padukuhan Ngibikan |
|
|---|
| Peringati 20 Tahun Gempa Jogja, BOB Gelar Simulasi Evakuasi Bencana di Pantai Parangtritis |
|
|---|
| Potensi Gempa Megathrust, Wilayah DIY Dinilai Siap dari Sisi Mitigasi Bencana |
|
|---|
| Memasuki 30 Tahun Terakhir Siklus Gempa Megathrust, IAKI Ingatkan Mitigasi Sejak Dini |
|
|---|
| DIY Siap Antisipasi Megathrust, Bandara YIA Bisa Jadi Opsi Mitigasi Saat Tsunami |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/zona-megathrust-di-indonesia.jpg)