Petakan 72 Geng Sekolah di DIY, Pemda Siapkan Efek Kejut dan Wacana Jam Malam
Pemda DIY memperketat pengawasan terhadap aktivitas remaja guna menekan angka kejahatan jalanan yang kembali marak
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Pemda DIY memperketat pengawasan terhadap aktivitas remaja guna menekan angka kejahatan jalanan yang kembali marak.
- Updaya tegas ini diambil menyusul eskalasi kekerasan yang berujung fatal belum lama ini.
- Pihak kepolisian baru saja meringkus tiga anggota geng sekolah yang menjadi pelaku utama pembacokan terhadap seorang pelajar berinisial AA hingga meninggal dunia di kawasan Kridosono, Kotabaru, Kota Yogyakarta.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memperketat pengawasan terhadap aktivitas remaja guna menekan angka kejahatan jalanan yang kembali marak.
Langkah tegas ini diambil menyusul eskalasi kekerasan yang berujung fatal belum lama ini.
Sebagai catatan, pihak kepolisian baru saja meringkus tiga anggota geng sekolah yang menjadi pelaku utama pembacokan terhadap seorang pelajar berinisial AA hingga meninggal dunia di kawasan Kridosono, Kotabaru, Kota Yogyakarta.
Dalam rapat koordinasi penanganan kejahatan jalanan yang melibatkan lintas instansi seperti TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Badan Intelijen Negara Daerah (Binda), hingga jajaran Pemda DIY di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Selasa (2/6), dipetakan puluhan kelompok remaja yang terindikasi mengarah pada tindakan kriminalitas.
Sebagai langkah taktis, pemerintah daerah kini tengah mengkaji pemberlakuan regulasi jam malam bagi pelajar. Kebijakan ini disiapkan sebagai instrumen hukum untuk memberikan efek kejut sekaligus membatasi ruang gerak kelompok-kelompok rawan tersebut pada jam-jam krusial.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Bagas Senoadji, mengungkapkan bahwa berdasarkan data intelijen keamanan yang dihimpun oleh pihak Kepolisian, pergerakan geng remaja di institusi pendidikan formal saat ini sudah teridentifikasi secara mendetail.
"Karena data yang sudah kita peroleh, ada 72 data geng anak sekolah. Dari 72 itu, 15 adalah geng yang rawan. Kemudian ada titik rawannya, itu ada 14 titik rawan. Ini tidak perlu saya publikasikan di mana saja, nanti malah bocor, kan. Jadi kita sudah melakukan upaya pendataan geng sekolahnya, siapa-siapanya. Dari geng itu yang rawan, ternyata ada sekian tadi. Kemudian ada tempat-tempat yang sering digunakan untuk mangkal," kata Bagas saat diwawancarai seusai rapat koordinasi lintas sektoral tersebut.
Pembatasan aktivitas remaja
Menyikapi temuan data tersebut, Pemda DIY tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah ekstrem berupa pembatasan aktivitas luar ruangan bagi remaja pada malam hari.
Kendati demikian, eksekusi kebijakan tersebut masih harus melewati analisis perkembangan situasi di lapangan serta keputusan final dari kepala daerah.
"Ya, nanti kan ini menunggu dari arahan Bapak Gubernur, apakah memang akan diberlakukan. Kalau saat ini sudah cukup efek kejutnya, bisa jadi tidak perlu lagi. Tapi kita nanti lihat perkembangannya. Dan untuk penjagaan, nanti akan kita lakukan rapat internal dulu di tim kecil ini," ujar Bagas.
Pemerintah daerah berharap, koordinasi intensif dalam satu bulan ke depan dapat memberikan dampak signifikan dalam menekan angka kriminalitas jalanan yang melibatkan anak di bawah umur.
"Dan nanti arahnya, kalau memang dalam jangka waktu satu bulan ini bisa ada efek kejutnya, harapannya tindak kejahatan jalanan yang dilakukan oleh remaja ini bisa diminimalisir. Saya kira itu tadi," pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menyampaikan bahwa para pelaku berhasil diamankan dalam sebuah operasi senyap. Ketiganya sempat melarikan diri dan bersembunyi di sebuah rumah yang dijadikan safe house di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.
“Tadi subuh berhasil mengamankan tiga pelaku di daerah Cilacap. Satu orang pelajar, dua orang sudah dewasa,” ujar Eva Guna Pandia saat memberikan keterangan, Rabu (20/5/2026) lalu.
Ketiga pelaku yang masing-masing berinisial LA, AF, dan MY tersebut diketahui memiliki peran krusial dalam struktur organisasinya, yakni sebagai eksekutor lini depan atau fighter.
“Memang ini pelaku juga geng Vozter, korbannya juga dari Trah Gendheng. Tersangka kabur ke sana (Cilacap), korban dari Trah Gendheng,” urainya membeberkan identitas kelompok yang terlibat bentrokan maut tersebut.
| Ratusan Pengemudi Ojol di Yogyakarta Turun ke Jalan Dukung Nadiem Makarim |
|
|---|
| Urai Antrean PBG, Pemkot Yogya Akselerasi Perizinan Lewat Bazar dan Unit Reaksi Cepat di MPP |
|
|---|
| UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tegaskan Tidak Ada Program Dapur MBG |
|
|---|
| Gelandang PSIM Yogyakarta Rahmatsho Kembali Perkuat Timnas Tajikistan |
|
|---|
| Suksesi Kursi Rektor UII Yogyakarta, Hari Purnomo Resmi Gantikan Fathul Wahid |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Satpol-PP-DIY-Bagas-Senoadji-10122025.jpg)