JOGJA HARI INI : Titik Api Muncul Lagi
Titik api kembali muncul di rumah Agus Yani, di Kasuran, Seyegan, Sleman, Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 21.55 WIB
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Sebuah rumah di Seyegan, Sleman diteror kemunculan 44 titik api misterius secara acak sejak 22 Mei hingga 28 Mei 2026, yang membakar berbagai barang penghuni rumah.
- Hasil cek Tim Gegana Polda DIY mengungkap api dipicu akumulasi bocoran gas metana dari IPAL/septic tank di bawah lantai, yang mudah menyala akibat listrik statis.
- Meski septic tank telah diperbaiki, sisa gas terjebak masih mengancam hingga sebulan ke depan. BPBD Sleman kini menggandeng ahli geologi untuk investigasi lanjutan.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Titik api kembali muncul di rumah Agus Yani, di Kasuran, Seyegan, Sleman, Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 21.55 WIB.
Sejak pertama kali peristiwa ini berlangsung, pada Jumat (22//2026) malam pekan lalu, hingga sekarang sudah ada 44 titik api yang muncul.
Kali ini, api membakar tumpukan kayu yang berada di belakang rumah.
Dalam sehari kemarin, sudah ada sekitar lima kali kebakaran.
Pada pukul 14. 50 WIB, helm dan styrofoam yang berada di atas akuarium ruang depan rumah tiba-tiba terbakar.
H. Mutfiana, putri dari Agus, menjelaskan, api tiba-tiba muncul seperti yang sudah terjadi dalam sepekan terakhir.
Api yang muncul itu kemudian berhasil dipadamkan. Sampai saat ini para penghuni rumah terus berjaga, mengantisipasi jika kembali muncul api yang sangat acak, baik waktu maupun titiknya, dan bisa menyambar apa pun barangnya.
Antisipasi yang dilakukan penghuni rumah, satu di antaranya adalah mengeluarkan barang-barang yang berpotensi mudah terbakar.
Termasuk menyiapkan ember berisi handuk basah dan alat pemadam api ringan.
Hasil pengecekan dari Tim Gegana Polda DIY, rentetan kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh akumulasi kebocoran gas metana di bawah tanah yang telah menyebar luas di bawah keramik lantai rumah korban.
Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menyampaikan, ancaman kemunculan titik api di dalam rumah ini masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan.
"Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo, Kamis (28/5/2026).
Sejauh ini, sejumlah upaya penanganan telah dilakukan untuk menghentikan sumber gas yang diduga menjadi penyebab munculnya api.
Antara lain dengan perbaikan septic tank, penyedotan limbah, penggantian instalasi pipa pralon yang bocor, hingga memasang pipa saluran pembuangan gas ke udara dari septic tank.
Jadi ancaman
Namun, sisa gas yang telanjur terjebak di bawah struktur bangunan masih menjadi ancaman.
Artinya, meskipun sudah dilakukan perbaikan pada saluran limbah, tetapi titik api masih berpotensi muncul.
"Hingga hari keenam sejak pertama kali kejadian, tercatat sudah lebih dari 40 kali kemunculan api di berbagai titik di dalam rumah tersebut," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Seyegan AKP Pujiono menyampaikan fakta yang cukup mengejutkan terkait sifat dari fenomena ini.
Kata dia, berdasarkan analisis Tim Gegana, karakteristik gas metana yang sudah terakumulasi di dalam bangunan ini sangat sensitif.
Gas tersebut tidak memerlukan pemantik api langsung untuk terbakar, melainkan dapat menyala akibat terpicu listrik statis di sekitar lokasi.
Pujiono memastikan, fenomena teror api ini terlokalisasi dan rumah yang berada persis di sebelahnya dalam kondisi aman.
Sementara untuk kerugian materiil, pihak kepolisian belum melakukan pendataan mendalam karena masih fokus pada aspek keselamatan.
Bahkan untuk mengamankan lokasi, Polsek Seyegan bersama unsur Jaga Warga Margomulyo telah menyiagakan personel dan rutin patroli di sekitar tempat kejadian.
Penjagaan ketat dilakukan secara tentatif dengan melihat perkembangan tingkat risiko di lapangan.
"Kami terus memonitor dan rutin melakukan patroli sambang ke lokasi. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Kami mengimbau warga sekitar untuk tidak mendekati titik api dan segera melapor apabila melihat adanya indikasi kemunculan api kembali," ujar Pujiono.
Baca juga: Api Misterius Sleman, Dosen UGM: Kebakaran Terjadi Jika Ada Bahan Bakar, Oksigen, Sumber Api
Gandeng ahli
Fenomena janggal berupa teror api yang muncul di sebuah rumah di Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman tengah menjadi sorotan. Upaya penanganan untuk mengungkap penyebab kejadian ini melibatkan lintas sektor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, berencana menggandeng Pertamina ataupun Ahli Geologi untuk melacak kepastian sumber pemicu kebakaran.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, Gegana dan Inafis Polda DIY telah turun dan mengecek langsung ke lokasi.
Berdasarkan informasi yang diterima, penyebab munculnya titik api di dalam rumah diduga karena ada kebocoran gas metana dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah tangga.
Oleh karena itu, setelah septictank dibersihkan ditunggu beberapa hari dulu, biar gas tersebut hilang.
"Kemarin kami sudah berkomunikasi dengan Kapanewon, Redkar (Relawan Pemadam Kebakaran). Kalau untuk kasus kebakarannya, secara kedaruratan sudah kami bantu. Bantu permakanan, logistik," ujarnya.
Titik api yang muncul di rumah Agus Yani, warga Margomulyo ini pertama muncul pada Jumat malam menjelang Sabtu (23/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Api tiba-tiba muncul membakar kain microfiber yang berada di lantai dekat pintu rumah.
Kain tersebut semula digunakan untuk mengelap tumpahan es teh di lantai dan kemudian diletakkan di atas kursi namun tiba-tiba terbakar.
Awalnya, penghuni rumah tidak terlalu memikirkan kejadian tersebut. Kejadian itu dianggap sebagai peristiwa yang mungkin terjadi begitu saja dan memilih melanjutkan aktivitasnya sebelum akhirnya tertidur.
Tetapi sekitar satu hingga dua jam kemudian, penghuni rumah kembali terbangun setelah mendengar anaknya seperti sesak napas.
Saat terbangun, didapati ruangan rumah sudah dipenuhi asap.
Setelah dicek, api kembali muncul di area sekitar lokasi kejadian pertama. Kali ini api membakar bagian kusen dan rangka pintu hingga meleleh.
Fenomena serupa kembali muncul ketika penghuni rumah hendak makan siang sekitar pukul 12.00 WIB. Sebuah triplek di dekat lokasi kejadian kedua tiba-tiba terbakar.
Hasil pengecekan tim Gegana Polda DIY, sumber api diduga akibat gas metana yang bocor dari IPAL rumah tangga.
Karena itu, upaya penanganan untuk menghentikan sumber gas dilakukan dengan memperbaiki septic tank, penyedotan limbah, penggantian instalasi pipa pralon yang bocor, hingga memasang pipa saluran pembuangan gas ke udara dari septic tank.
Tapi nyatanya, rentetan kebakaran ini ternyata terus berlanjut.
Saat ini, BPBD Sleman masih menunggu hasil pengecekan yang telah dilakukan Tim Gegana dan Inafis Polda DIY yang menduga penyebab kemunculan titik api karena kebocoran gas metana.
Namun demikian, spekulasi lain lain juga muncul mengenai kemungkinan adanya sumber gas alam lain di bawah permukiman warga.
Meskipun kemungkinannya kecil.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, BPBD bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tengah membuka komunikasi dengan pihak-pihak yang memiliki keahlian khusus di bidang energi dan struktur bumi.
"Ini saya dengan teman-teman Basarnas juga mencoba menghubungi Hiswana Pertamina, ataupun teman geologi UPN dan UGM. Tujuannya untuk bisa mengecek secara lebih mendalam, apakah ada sumber lain yang memicu titik api tersebut," ujar Bambang.
Meski sejumlah upaya penanganan telah dilakukan tidak bisa serta merta dapat menghentikan munculnya sumber api.
Sebab, sisa gas yang telanjur terjebak di bawah struktur bangunan masih menjadi ancaman. Artinya, meskipun sudah dilakukan perbaikan pada saluran limbah, tetapi titik api masih berpotensi muncul. (hdy/rif)
| Jadwal dan Lokasi SIM Corner dan SIM Keliling di Jogja Hari Ini, Jumat 29 Mei 2026 |
|
|---|
| Teror Api Muncul Lagi Bakar Tumpukan Kayu, Keluarga di Seyegan Terus Berjaga |
|
|---|
| Tanggapi Kebakaran Misterius di Sleman, Pakar di Bidang Teknik Kimia Jelaskan Unsur Segitiga Api |
|
|---|
| Basarnas DIY Pantau Fenomena Api Misterius di Rumah Warga Seyegan Sleman |
|
|---|
| Dosen Teknik Kimia Sebut Ada Kemungkinan Gas Lain yang Jadi Penyebab Teror Api di Seyegan Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Teror-Api-Muncul-Lagi-Bakar-Tumpukan-Kayu-Keluarga-di-Seyegan-Terus-Berjaga.jpg)