Iduladha 2026
Seribuan Hewan Kurban di Sleman dan Bantul Terinfeksi Cacing Hati
Seribuan hewan kurban yang disembelih saat Iduladha 2026 di DI Yogyakarta ditemukan terjangkit cacing hati (Diagnosa fasciola).
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Pada Iduladha 2026, cacing hati masih ditemukan di seribuan hewan kurban di DI Yogyakarta.
- Bahkan jumlahnya bisa bertambah mengingat masih ada sebagian masyarakat yang melakukan penyembelihan kurban.
- Menurut Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (DP3) Sleman, tahun ini ada 28.760 hewan kurban yang telah disembelih masyarakat.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Cacing hati masih ditemukan di seribuan hewan kurban di DI Yogyakarta saat Iduladha 2026.
Jumlahnya bahkan bisa bertambah mengingat masih ada sebagian masyarakat yang melakukan penyembelihan kurban.
Di Sleman, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (DP3) Sleman mencatat, tahun ini ada 28.760 hewan kurban yang telah disembelih masyarakat.
Plt. Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto mengatakan, penyembelihan tersebar di 2.036 titik lokasi pemotongan yang dipantau langsung oleh petugas lapangan.
Dari total puluhan ribu hewan kurban tersebut, domba menjadi komoditas yang paling banyak disembelih oleh warga, yakni mencapai 17.450 ekor.
"Posisi kedua ditempati oleh sapi dengan jumlah 8.345 ekor, diikuti oleh kambing sebanyak 2.965 ekor," terang dia, Jumat (28/5/2026).
Mayoritas sapi
Dari hasil pemantauan bersama penyuluh lapangan, paramedis dan medis, dokter hewan mandiri, serta mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM di 17 kapanewon, ditemukan ratusan kasus penyakit cacing hati (Diagnosa fasciola) pada organ dalam ternak yang dipotong.
Kasus infeksi cacing hati ini didominasi pada sapi.
Dari total 8.345 sapi yang dipotong, 758 ekor di antaranya didiagnosa mengidap Fasciola.
Sementara itu, temuan pada hewan lambung kecil relatif tergolong minim, yaitu 48 kasus pada domba dan 28 kasus pada kambing.
Di lain kesempatan Rofiq mengungkapkan bahwa di dua tahun terakhir, probabilitas atau peluang munculnya cacing hati pada ternak memang masih cukup tinggi.
Resiko paling tinggi ada pada sapi.
Kemunculannya masih di angka 7,23 persen sampai 7,99-8 persen . Sementara kasus cacing hati pada domba dan kambing relatif rendah.
"Jadi yang perlu kita waspadai tetap cacing hati. Itu cukup kita singkirkan saja hatinya (yang terpapar)," kata Rofiq.
Bisa bertambah
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mendata ada 466 hewan kurban dari 2.069 titik penyembelihan yang terinfeksi cacing hati.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan, infeksi cacing hati itu terjadi pada 330 sapi, 30 kambing, dan 106 domba.
Adapun hewan kurban yang disembelih tahun ini berupa 6.108 sapi, 5.418 kambing, dan 14.719 domba.
Joko menyebut, data yang disampaikan bersifat sementara berdasarkan hasil perhitungan cepat pada Rabu (27/5/2026).
"Kemungkinan jumlah hewan kurban akan bertambah. Karena sampai saat ini, masih ada beberapa lokasi yang melakukan penyembelihan hewan kurban, sehingga masih terus dipantau," ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya memastikan hewan kurban yang terkena cacing hati tidak didistribusikan kepada masyarakat.
Bagian yang terinfeksi tersebut telah dibuang atau ditanam. Dengan begitu, bagian yang tidak terkena cacing hati masih aman dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
"Masyarakat kami imbau untuk memasak daging kurban sampai benar-benar matang," tandas Joko. (rif/nei)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Petugas-tim-kesehatan-hewan-DKPP-Klaten-periksa-organ-hati-hewan-kurban.jpg)