Misteri Teror Api di Rumah Warga Seyegan Sleman Masih Berlanjut

Misteri teror api yang membakar barang-barang di rumah Agus Yani di Dusun Kasuran, Seyegan, Sleman berlanjut

Tayang:
Penulis: WID | Editor: Joko Widiyarso
Istimewa/Kolase foto tangkapan layar video api
MISTER API - Teror api membakar barang-barang di dalam rumah warga Seyegan, Sleman. Misteri teror api yang membakar barang-barang di dalam rumah milik Agus Yani di Dusun Kasuran, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta masih berlanjut.  

Kejadian itu kemudian langsung dilaporkan ke Gegana Polda DIY. Tak berselang lama, tim Gegana datang melakukan pemeriksaan di seluruh area rumah.

“Mereka ngecek apakah ada pemicu gas atau apa. Memang sempat tercium bau gas yang pekat,” ujar Fia saat diwawancarai, Senin (25/5/2026).

Pemeriksaan kemudian dilakukan menyeluruh, mulai dari aliran pipa hingga area septic tank rumah.

Dari hasil pengecekan sementara, petugas menyebut kondisi rumah dalam keadaan netral dan tidak ditemukan unsur lain di luar dugaan kebocoran gas.

“Istilahnya sudah dinyatakan clear dan netral,” katanya.

Mendengar hasil tersebut, Fia mengaku sempat lega karena mengira teror kebakaran yang dialaminya akhirnya selesai.

Septictank dibongkar

Namun, beberapa jam setelah rumah dinyatakan aman dan sempat dipasangi garis pembatas, titik api justru kembali muncul.

“Setelah Gegana pulang sekitar jam 3 sore, ada lagi api nyamber kursi,” ujarnya.

Kebakaran kembali terjadi pada Minggu malam sekitar waktu Magrib. Api muncul di area kursi dekat ruang tengah rumah. Keluarga sempat menduga masih ada sisa gas yang belum hilang sepenuhnya dari saluran rumah.

Fia kemudian meminta bantuan tetangganya yang juga anggota kepolisian untuk kembali menghubungi tim Gegana. 

Petugas pun datang lagi untuk melakukan pemeriksaan tambahan serta meminta saluran septic tank dibongkar dan disterilkan.

Menurut Fia, petugas menjelaskan bahwa sisa gas dari kebocoran septic tank memang bisa bertahan selama satu hingga dua hari setelah kejadian.

“Makanya diminta disterilkan dulu area rumah ini,” katanya.

Namun teror belum juga berakhir. Saat keluarga dan warga tengah berjaga sambil menyiapkan makanan malam untuk para relawan, titik api kembali muncul menjelang tengah malam.

Api kali ini membakar kursi, sajadah, tas, hingga sarung yang berada di dekat kamar mandi bagian belakang rumah.

“Pas keluar dari dapur, apinya sudah besar lagi,” ucap Fia.

Peristiwa tersebut menjadi titik kebakaran terakhir yang dialami keluarga hingga Senin siang. Secara keseluruhan, sedikitnya 15 titik api muncul dalam kurun waktu hampir dua hari.

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved