Bupati Kulon Progo Ingatkan Warganya Pakai Kemasan Ramah Lingkungan untuk Daging Kurban

Agung salah satunya mengingatkan warganya untuk menekan penggunaan kemasan berbahan plastik untuk membungkus daging kurban.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengingatkan warganya agar menjaga lingkungan saat pelaksanaan kurban Iduladha 1447 Hijriah (H). Imbauan itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) yang diterbitkan belum lama ini.

Agung salah satunya mengingatkan warganya untuk menekan penggunaan kemasan berbahan plastik untuk membungkus daging kurban.

"Sebisa mungkin meminimalkan pemakaian kemasan plastik," katanya ditemui di Halaman Rumah Dinas Bupati, Selasa (26/05/2026).

Kemas daging kurban pakai bahan ramah lingkungan

Agung menyarankan warga mengemas daging kurban dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Atau bisa memakai bahan alami seperti daun kelapa serta daun pisang.

Saran itu dibuat mengingat plastik merupakan bahan yang sulit terurai hingga membutuhkan waktu lama untuk terurai. Sedangkan saat Iduladha, diperkirakan pemakaian kemasan plastik akan melonjak untuk mengemas daging kurban.

"Kalau digunakan secara masif tentunya akan menjadi masalah, makanya kami imbau minimalkan penggunaan plastik," ujar Agung.

Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo turut mengeluarkan imbauan terkait pelaksanaan Iduladha 1447 H. Imbauan didasarkan pada SE dari Menteri Agama tentang Panduan Ibadah dan Penyembelihan Hewan Kurban.

Aspek kesehatan

Kepala Kankemenag Kulon Progo, Wahib Jamil mengimbau masyarakat melakukan penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Jika tidak masyarakat perlu melapor lokasi penyembelihan hewan kurban.

"Sebab tempat penyembelihan harus memperhatikan aspek kesehatan hewan, kebersihan individu, dan pengelolaan lingkungan," kata Wahib.

Ia menyarankan adanya penutup atau sekat pemisah sehingga proses penyembelihan tidak terlihat oleh hewan kurban lainnya. Penanganan daging dan jeroan juga perlu dilakukan secara terpisah.

Wahib juga mengimbau masyarakat melakukan pembersihan dan desinfeksi tempat penyembelihan hewan. Selain itu perlu menerapkan manajemen limbah sebelum dan sesudah proses penyembelihan hewan kurban.

"Kalau penanganan daging kurban di teras masjid atau musala, harus tetap menjaga kesucian areanya dari najis," jelasnya.(alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved