JOGJA HARI INI : Geng Pelajar, Tabir Gelap yang Harus Disingkap

seorang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) berinisial AA (17) tewas akibat luka senjata tajam yang disabetkan oleh anggota geng pelajar

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Tribun Jogja
GENG PELAJAR: Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI). Hasil interogasi sementara menunjukkan mereka merupakan anggota geng pelajar Voster, sementara korban AA adalah anggota geng Trah Gendeng 

Tiba pada suatu ketika, A ditawari temannya untuk bergabung. Namun dia tersadar bahwa bergabung dengan geng pelajar adalah keputusan konyol.

“Saya tolak ajakan itu, ya, alasannya mau pikir-pikir dulu. Karena saya sering kan dulu nongkrong sama mereka, keliling-keliling gitu,” jelasnya.

Seusai menolak ajakan itu, A perlahan menjauh dari kelompok tersebut. Mengasingkan diri supaya tidak terpengaruh dengan aktivitas mereka.

Namun persoalan tidak berhenti disitu. Selama tidak ada kabar, A terus dicari oleh anggota geng tersebut.

“Aku ditelepon terus, sempat mau dijadikan bank (mesin uang). Aku ditelepon mau ada acara, aku disuruh kasih ke mereka 200 ribu. Betul, kayak diperas gitu,” ungkapnya.

Karena tidak memiliki uang sebanyak yang diminta, A hanya memberikan uang Rp50 ribu, lalu memblokir nomor anggota geng tersebut.

Diakuinya, mayoritas geng pelajar ada campur tangan dari para senior.

Menurutnya para senior mengkoordinasi para pengurus serta para anggota geng pelajar.

Setiap keputusan geng menurut dia harus diketahui para senior. Bahkan setiap ada permasalahan internal juga tidak boleh diselesaikan dengan sepihak atau main hakim sendiri.

Dalam kata lain, para senior memiliki relasi kuasa yang tinggi dan bertanggung jawab pada geng pelajar tersebut. 

“Ya, kalau senior itu setiap geng mesti ada, kami yang di bawahnya itu harus izin seniornya dulu. Sebenarnya kalau saya bilangnya ACC, terus kalau ada masalah juga enggak langsung main hakim sendiri, harus izinkan seniornya, setiap anggota harus tahu,” jelasnya.

Baca juga: Sri Sultan HB X Buka Jalan PSIM Yogyakarta Kembali ke Mandala Krida, Status Hukum Stadion Tuntas

Transaksi uang

Keganasan geng pelajar di Yogyakarta nyatanya membikin siapa pun tercengang. Setiap aksi kejahatan yang dilakukan para anggotanya begitu terstruktur.

Penuh strategi dan dilakukan penuh kehati-hatian yang matang, layaknya sebuah operasi rahasia.

Tak hanya itu, di balik keganasan setiap aksi, ada transaksi rupiah yang harus dibayar setiap geng pelajar yang mengalami kekalahan.

Entah darimana sumbernya, setiap geng pelajar harus menyediakan uang sesuai kesepakatan antar geng.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved