Berbobot 1,1 Ton, Kesehatan 6 Ekor Sapi Kurban Presiden di DIY Diawasi Ketat
DPKP DIY memastikan distribusi enam ekor sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Idul Adha 1447 H akan dilakukan secara khusus
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan distribusi enam ekor sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Idul Adha 1447 Hijriah akan dilakukan secara khusus.
Mengingat bobot sapi yang mencapai kelas raksasa—berkisar antara 900 kilogram hingga 1,1 ton—pengiriman baru akan dilakukan sehari sebelum pemotongan (H-1) guna mencegah kepanikan dan kerepotan panitia kurban lokal yang tidak terbiasa menangani hewan sebesar itu.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP DIY, Agung Ludiro, pada Kamis menjelaskan bahwa keenam sapi tersebut sepenuhnya diambil dari peternak lokal di empat kabupaten di wilayah DIY.
Tidak ada sapi yang diambil dari Kota Yogyakarta lantaran ketiadaan stok sapi dengan kualifikasi bobot di atas 900 kilogram di wilayah tersebut.
Terkait alokasi pembagiannya, Agung memaparkan bahwa sapi-sapi tersebut akan disebar secara merata ke seluruh tingkatan wilayah administratif di DIY.
"Kalau sapi kurban dari bantuan Presiden yang masuk ke DIY ada enam. Enam ekor itu nanti lima ke kabupaten dan kota, kemudian satu ekor dibagikan untuk provinsi," kata Agung Ludiro.
Secara spesifik, sapi bantuan dari Kepala Negara ini merupakan ras unggulan jenis Peranakan Ongole (PO) dan Simetal. Bobotnya pun terbilang fantastis untuk ukuran sapi kurban pada umumnya.
"Kondisi sapi kurban Presiden ini rata-rata bobotnya 900 kilogram. Jenis sapinya ada PO, ada Simetal. Kalau yang bobot satu ton lebih itu di Gunung Kidul, beratnya hampir 1,1 ton. Tetapi rata-rata 900 kilogram-an," ungkapnya membeberkan rincian fisik sapi tersebut.
Sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden, keenam sapi raksasa ini telah melewati serangkaian proses seleksi dan uji klinis yang ketat oleh tim gabungan dari pemerintah daerah dan pusat.
Pengawasan kesehatan berkala
Pemda DIY juga telah menginstruksikan dinas di masing-masing kabupaten tempat sapi tersebut berada untuk terus melakukan pengawasan kesehatan secara berkala hingga hari distribusi tiba.
"Kemudian juga sudah diambil sampel untuk uji kecacingan dan juga pemeriksaan yang lain, sehingga saat ini hewan kurban Presiden terkondisi, terpantau masih sehat," tegas Agung.
Tantangan terbesar dari bantuan sapi berbobot raksasa ini adalah pada proses penanganan atau handling di lapangan. Oleh karena itu, DPKP DIY menerapkan strategi pengiriman mepet pada H-1 Idul Adha. Langkah mitigasi ini diambil agar sapi tidak terlalu lama berada di lokasi pemotongan yang fasilitasnya mungkin terbatas, serta menghindari risiko insiden akibat ketidaksiapan panitia lokal.
"Didistribusikan biasanya H-1, karena kita juga agak was-was dengan panitia karena tidak terbiasa untuk handling sapi besar, sehingga kami berharap dari penyedia mengirimkan di H-1 supaya tidak merepotkan teman-teman panitia," jelasnya.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran proses serah terima hewan bernilai tinggi tersebut, DPKP DIY juga telah menyiapkan skema pengawalan berlapis. Tim kesehatan hewan dari masing-masing kabupaten akan dilibatkan secara penuh bersama otoritas veteriner terkait.
"Pasti, ada pengawalan. Baik dari kami di provinsi, teman-teman di kabupaten, kota, maupun juga teman-teman dari Balai Besar Veterinar Wates Yogyakarta pasti kami akan mengawal," tutup Agung.
| Terdampak Efisiensi Anggaran, BBWSSO Pastikan Normalisasi Sungai di Yogyakarta Tetap Lanjut |
|
|---|
| UPN “Veteran” Yogyakarta Sebut Ada 7 Dosen Terlibat Kekerasan Seksual |
|
|---|
| Tiket dan Jadwal KRL Jogja Solo Siang-Malam Hari Ini Jumat 22 Mei 2026 |
|
|---|
| Pemkab Sleman Larang Buang Limbah Jeroan dan Darah Hewan Kurban ke Sungai |
|
|---|
| Borong 15 Juara FLS3N 2026, SMKN 7 Yogyakarta Buktikan Talenta Seni |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sapi-kurban-presiden-dari-bantul.jpg)