Belasan Bayi Dievakuasi di Pakem

Polisi Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Temuan 11 Bayi di Sleman

Langkah ini untuk memastikan penanganan kasus 11 bayi yang menjadi sorotan publik ini berjalan objektif dan menyeluruh. 

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
TIM KHUSUS: Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi didampingi Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro saat menyampaikan keterangan media. Satreskrim Polresta Sleman membentuk sebuah tim atau satuan tugas (satgas) khusus untuk mendalami segala potensi pelanggaran hukum dalam kasus 11 bayi. 

Ringkasan Berita:
  • Polresta Sleman membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus temuan 11 bayi di Pakem secara hati-hati dan menyeluruh.
  • Polisi masih mendalami dugaan pelanggaran hukum seperti adopsi ilegal dan jual-beli bayi, namun belum menemukan bukti.
  • Sebagian bayi yang dievakuasi kini dirawat Dinsos Sleman dan nantinya akan dikembalikan kepada orangtuanya sesuai prosedur.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus temuan 11 bayi di sebuah rumah di wilayah Pakem, Kabupaten Sleman masih menyisakan banyak teka-teki. Karena itu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sleman membentuk sebuah tim atau satuan tugas (satgas) khusus untuk mendalami segala potensi pelanggaran hukum dalam kasus tersebut. 

Langkah ini untuk memastikan penanganan kasus 11 bayi yang menjadi sorotan publik ini berjalan objektif dan menyeluruh. 

Hati-hati usut kasus 11 bayi

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengungkapkan, tim khusus yang beranggotakan personel internal kepolisian ini bertugas mengumpulkan semua bahan keterangan dan mengupdate temuan di lapangan setiap hari.

Langkah pembentukan tim khusus ini diambil karena kepolisian berkomitmen penuh untuk bersikap sangat hati-hati dalam mengusut kasus ini.

"Kami membentuk satu tim khusus untuk penanganan ini, sehingga sangat hati-hati, dan untuk temuan-temuan masih kami kumpulkan semuanya," ujar AKP Mateus, Senin (18/5/2026). 

Dasar kemanusiaan, prioritas keselamatan bayi

Dijelaskan, pembentukan tim dan upaya evakuasi belasan bayi dari rumah di Hargobinangun Pakem tersebut didasari oleh misi kemanusiaan, bukan murni untuk mencari-cari kesalahan pihak tertentu.

Polresta Sleman meluruskan bahwa fokus dan prioritas paling utama dari tindakan kepolisian saat ini adalah menjamin keselamatan dan kesehatan para bayi.

Sejauh ini, kasus temuan 11 bayi ini masih dalam tahap penyelidikan. Terkait posisi hukum oknum bidan berinisial ORP yang mengelola tempat penampungan tersebut, polisi menegaskan belum menetapkan status hukum apa pun, baik sebagai saksi, terperiksa maupun tersangka.

"Kita masih penyelidikan ya, jadi belum ada status apa pun dalam hal itu. Kalau lidik itu belum ada status saksi ataupun status apa pun, sehingga ini kita masih mengumpulkan sumber bahan keterangan saja," jelasnya. 

Dalami kemungkinan pelanggaran hukum

Tim khusus bentukan Polresta Sleman saat ini sedang mendalami berbagai kemungkinan pelanggaran hukum misalnya dugaan praktik adopsi ilegal, transaksi jual-beli bayi, hingga dugaan praktik aborsi. 

Kendati demikian, Wiwit menyebut, sampai saat ini belum ditemukan adanya bukti yang mengarah pada praktik aborsi ilegal maupun jual-beli anak.

Nantinya, jika dalam proses penyelidikan, tim tidak menemukan pelanggaran pidana, kepolisian berkomitmen untuk mengembalikan keadaan seperti semula melalui mekanisme yang berlaku. Begitu juga sebaliknya. Jika ada temuan pelanggaran hukum, maka akan diproses. 

Pengembalian Bayi ke Orangtua

Terkait kondisi fisik anak, Mantan Kanit Reskrim Polsek Depok Barat ini mengungkapkan, saat dievakuasi terdapat tiga bayi yang mengalami gangguan kesehatan berupa sakit kuning, hernia, dan jantung bawaan yang sebelumnya gagal dideteksi oleh pihak pengasuh. Setelah dievakuasi ke rumah sakit, ketiga bayi tersebut kini telah pulih dan dinyatakan normal.

Dari total 11 bayi, saat ini baru dua bayi yang sudah resmi diambil oleh seseorang yang mengaku sebagai orangtuanya. Sementara sembilan bayi lainnya masih dirawat dengan aman di bawah pengasuhan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved