Infrastruktur Jalan Sleman Diguyur Anggaran Rp108 Miliar, Targetkan Zero Lubang

Lonjakan signifikan dari anggaran tahun lalu yang hanya Rp57 miliar ini difokuskan untuk memberikan keamanan dan meningkatkan mobilitas

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
ANGGARAN JALAN: Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sukarmin didampingi Sekretaris Dinas Fauzan Ma'ruf (kiri) dan Bidang Bina Marga, Suparman (kanan) saat menyampaikan keterangan di Kantor DPUPKP Sleman 

Ringkasan Berita:
  • Anggaran infrastruktur jalan Sleman 2026 naik drastis jadi Rp108 miliar untuk target zero lubang.
  • Dana difokuskan pada pembangunan jalan baru, pemeliharaan rutin dan berkala, serta perbaikan jembatan dan gorong-gorong.
  • DPUPKP menyiapkan 9 tim siaga untuk respons cepat aduan warga, termasuk menambal sementara jalan provinsi yang membahayakan.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Anggaran infrastruktur jalan di Kabupaten Sleman dilipatgandakan hingga mencapai  Rp108 miliar pada tahun 2026 demi mengejar target zero lubang.

Lonjakan signifikan dari anggaran tahun lalu yang hanya Rp57 miliar ini difokuskan untuk memberikan keamanan dan meningkatkan mobilitas ekonomi warga melalui pengejawantahan program dalane alus atau jalan mulus.

Jalan halus, kunci roda ekonomi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sukarmin mengatakan, lonjakan anggaran ini merupakan langkah konkret untuk menerjemahkan visi misi Bupati-Wakil Bupati Sleman. Infrastruktur jalan yang prima diyakini menjadi kunci utama penggerak roda ekonomi daerah. 

"Dalane alus ini penting. Karena Bupati mempunyai keyakinan dengan dalane alus maka roda perekonomian akan bergerak dengan baik sehingga pelayanan apapun, mobilitasi barang jasa lancar sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar Sukarmin, Selasa (12/5/2026). 

Rincian alokasi anggaran jalan

Sukarmin merinci, dari total Rp108 miliar tersebut, pos pembangunan jalan baru mendapat porsi Rp45 miliar untuk menangani 11 ruas jalan sepanjang 11,8 kilometer. Angka ini mengalami kenaikan dari tahun 2025 yang hanya senilai Rp19 miliar untuk 5 ruas jalan sepanjang 3,1 kilometer.

Selain itu, Rp26 miliar dialokasikan untuk pemeliharaan berkala sepanjang 14,5 kilometer. Sementara untuk pemeliharaan rutin, dianggarkan sebesar Rp26,8 miliar dengan target penanganan 460 kilometer, termasuk di dalamnya dana stimulan untuk menangani jalan desa yang dialokasikan sebesar Rp8,6 miliar. 

Sisa anggaran lainnya digunakan untuk penggantian jembatan, perbaikan gorong-gorong, serta pembelian alat pengolah aspal mandiri. Dalam pelaksanaannya, DPUPKP Sleman menerapkan sistem swakelola dengan mengoptimalkan alat milik sendiri dan tenaga internal. Model pengerjaan ini diklaim jauh lebih responsif dibandingkan sistem kontrak pihak ketiga yang biasa diterapkan pada perbaikan jalan provinsi.

Sembilan tim pemeliharaan siaga

Saat ini, terdapat 9 tim pemeliharaan rutin yang tersebar di wilayah Sleman Barat, Timur dan Tengah. Tim ini difokuskan untuk merespons cepat setiap aduan kerusakan dari masyarakat. 

"Kami respons cepat aduan di media sosial maupun kanal aduan resmi Pemkab Sleman. Hari ini lapor, InsyaAllah besok langsung ditangani," kata Sukarmin. 

Menariknya, tim pemeliharaan jalan ini bekerja bukan hanya menambal lubang jalan Kabupaten semata, bisa juga menambal jalan nasional maupun jalan provinsi. Menurut Sukarmin, apabila ada aduan jalan provinsi di Kabupaten Sleman yang berlubang dan membahayakan pengguna jalan, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Bina Marga Pemda DIY.

Jika penanganan dianggap membutuhkan waktu cukup lama, maka Pemkab Sleman akan membantu menambal sementara agar tidak membahayakan. 

"Jika jalan provinsi berlubang, perintah bupati, kami diminta untuk mengkoordinasikan dengan provinsi. Jika penanganannya lama, kami diminta untuk menambal yang ekstrem dan membahayakan pengendara. Yang penting aman dulu," kata dia. 

Data kondisi jalan di Sleman

Di sisi lain, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Suparman menjelaskan, total panjang jalan kabupaten saat ini mencapai 733,67 kilometer yang terbagi dalam 371 ruas jalan. Jumlah ini bertambah setelah ada penambahan jalan baru sepanjang 34 kilometer pada tahun 2025.

Berdasarkan pemetaan kondisi fisik jalan, tercatat 28,4 persen atau sepanjang 209,4 kilometer dalam kondisi baik, dan 39,51 persen atau 289,9 km berkondisi sedang. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved