Suplai Magma Terus Berlangsung, Gunung Merapi Dini Hari Tadi Kembali Luncurkan Lava Pijar
dalam kurun waktu enam jam terakhir, tercatat ada 15 kali guguran lava pijar yang dimuntahkan oleh Merapi.
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktifitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi.
Hal itu terlihat dari luncuran lava pijar dari puncak dan aktifitas kegempaan di dalam perut Merapi.
Berdasarkan data dari laman magma.esdm.go.id, dalam kurun waktu enam jam terakhir, tercatat ada 15 kali guguran lava pijar yang dimuntahkan oleh Merapi.
Guguran lava pijar meluncur sejauh maksimal 2000 meter ke arah Kali Sat /Putih.
"Teramati 15 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter,"tulis dalam laporan harian magma.esdm.go.id seperti yang dikutip Tribun Jogja, Selasa (12/5/2026).
Sementara untuk kegempaan, dalam enam jam terakhir tercatat 27 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-47 mm dan lama gempa 71.07-187.19 detik.
Lalu 12 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-24 mm, S-P 0.5-0.6 detik dan lama gempa 36.01-46.8 detik.
Serta 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 14-43 mm, dan lama gempa 14.51-16.02 detik.
Puncak gunung terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin tenang ke arah barat.
Cuaca cerah hingga berawan, angin tenang ke arah barat. Suhu udara sekitar 18.1-20°C. Kelembaban 92.9-93 persen. Tekanan udara 872.3-916 mmHg.
Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level 3 atau Siaga.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Warga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.(*)
| Aktivitas Gunung Merapi Selasa 12 Mei 2026: Teramati 15 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur 2000 Meter |
|
|---|
| Senin Dini Hari, Merapi Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 7 Kali |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Senin 11 Mei 2026 Pagi Ini: Teramati 7 Kali Guguran Lava Sejauh 2000 Meter |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Minggu 10 Mei 2026: BPPTKG Catat 1 Kali Guguran Lava |
|
|---|
| 33 Kali Gempa Guguran Terdeteksi dalam Enam Jam Terakhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pagi-Tadi-Gunung-Merapi-Luncurkan-Awan-Panas-Sejauh-1000-Meter-ke-Arah-Kali-Putih.jpg)