Momen Unik Wisuda Angkatan 100 Muallimin Yogya: Nama 'Haedar Nashir' Muncul di Daftar Lulusan
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan supaya para alumni tidak melupakan spirit perjuangan KH Ahmad Dahlan
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suasana khidmat nan istimewa menyelimuti prosesi Haflah Takharruj Angkatan 100 Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu (10/5/2026).
Di tengah pelepasan 268 kader tingkat VI, ada satu momen yang mencuri perhatian seluruh hadirin saat nama "Haedar Nashir" disebut dalam daftar kelulusan.
Namun, sosok tersebut bukanlah Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, melainkan salah satu santri berprestasi Angkatan 100 yang memiliki nama serupa dengan tokoh nomor satu di persyarikatan ini.
Momen menarik pun terjadi ketika Haedar Nashir, sang alumni muda, mewakili rekan-rekannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketum PP Muhammadiyah yang hadir langsung di prosesi seremoni.
Kesempatan tersebut, sekaligus dimanfaatkannya untuk memohon dukungan bagi 17 rekannya sesama lulusan yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir.
Pertemuan dua 'Haedar Nashir' di atas panggung pun menjadi gambaran kuat mengenai keberlanjutan kaderisasi di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Sebagai lembaga pendidikan yang telah berdiri lebih dari satu abad, Muallimin kembali menegaskan perannya sebagai kawah candradimuka bagi calon pemimpin bangsa yang siap mencerahkan semesta.
Baca juga: Lepas Angkatan ke-100 Madrasah Muallimat, Busyro Muqoddas: Masa Depan Muhammadiyah
Amanat Haedar Nashir
Dalam amanatnya, Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan supaya para alumni tidak melupakan spirit perjuangan KH Ahmad Dahlan sebagai fondasi pengabdian di masyarakat.
"Spirit KH Ahmad Dahlan harus hidup dalam diri alumni Muallimin. Jangan hanya menjadi lulusan sekolah, tetapi jadilah kader yang menghadirkan kemajuan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan," pesannya.
Direktur Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Mhd. Lailan Arqam, mengungkapkan wisuda angkatan 100 ini membuktikan kualitas lembaganya baik di kancah nasional maupun internasional.
Data madrasah mencatat, sebanyak 44 siswa berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), atau sekitar 41 persen dari total siswa yang eligible, kemudian enam alumni diterima di universitas top dunia yang masuk jajaran 50 besar di Australia, Kanada, Singapura, dan Malaysia.
"Capaian ini menjadi bukti bahwa kader Muallimin mampu tumbuh sebagai generasi yang unggul dalam ilmu, kuat dalam karakter, dan siap menghadapi tantangan dunia internasional," ujarnya. (*)
| Pesan Rektor UAD Yogyakarta Saat Mewisuda 1.096 Mahasiswa: Beri Solusi Bagi Persoalan Bangsa |
|
|---|
| Hardiknas 2026, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Keteladanan Jadi Kunci Pendidikan Bangsa |
|
|---|
| UMBY Wisuda 822 Lulusan, Rektor Ingatkan Tantangan Revolusi Industri 5.0 |
|
|---|
| Lulus Tanpa Pelukan Ibu, Keteguhan Leni Merajut Mimpi di Antara Duka dan Gelar Sarjana |
|
|---|
| UNY Mewisuda 835 Wisudawan, Dorong Lulusan Lanjutkan Studi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261105-Wisuda-Madrasah-Muallimin-Muhammadiyah-Yogya.jpg)