Belasan Bayi Dievakuasi di Pakem
Idap Kelainan Jantung hingga Hernia, 3 Bayi yang Dievakuasi di Pakem Dirawat Intensif di RSUD Sleman
Satu balita terdiagnosa mengalami kelainan jantung bawaan, sementara satu lainnya menderita hernia.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Upaya penanganan terhadap 11 bayi yang dievakuasi petugas gabungan dari sebuah rumah penitipan di Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman terus berlanjut.
Saat ini, Pemerintah fokus pada pemulihan kondisi kesehatan para bayi, terutama tiga di antaranya yang harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman karena kondisi medis yang cukup serius.
Direktur Utama RSUD Sleman, dr. Wisnu Murti Yani mengatakan, ketiga bayi tersebut diserahkan oleh petugas dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Sleman pada Jumat (8/5/2026) sore.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sakit yang diderita ketiga bayi tersebut bukan semata-mata akibat perlakuan selama di tempat penitipan, melainkan penyakit yang kemungkinan sudah dibawa sejak lahir.
"Ada tiga yang dirawat dan ditangani RSUD Sleman. Memang bukan karena perlakuan itu (di tempat penitipan), tapi kondisi itu menambah keparahan sakitnya. Ketiga bayi ini di tubuhnya sudah mempunyai sakit yang kemungkinan dibawa sejak lahir," ujar Wisnu, Senin (11/5/2026).
Ketiga bayi tersebut dirawat di ruang perawatan sesuai dengan gejala medis yang diderita. Seluruh biaya perawatan ketiga bayi tersebut ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.
Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Pengembangan Mutu RSUD Sleman, dr. Veronika Evita Setianingrum menambahkan, ketiga bayi yang dirawat mempunyai rentang usia berbeda.
Yakni 1 bayi berusia satu bulan dan dua lainnya balita. Saat ini, ketiganya ditempatkan di ruang perawatan yang berbeda sesuai dengan usia dan jenis penyakitnya.
"Satu pasien masih bayi berusia satu bulan. Kondisinya kuning, saat ini kami masih mencari penyebab pastinya, apakah karena kurang nutrisi atau ada kelainan hati," jelas Evita.
Sementara itu, dua pasien lainnya yang sudah masuk kategori balita dirawat di Ruang Melati.
Satu balita terdiagnosa mengalami kelainan jantung bawaan, sementara satu lainnya menderita hernia.
Kedua pasien balita tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sejauh ini perawatan fokus untuk pemulihan dengan memperbaiki kondisi imun mereka.
Terkait data orangtua, pihak rumah sakit mengaku tidak memegang identitas orang tua kandung para bayi tersebut.
Pihak medis hanya menerima pasien berdasarkan rujukan yang dibawa dari Dinas Sosial.
"(Identitas orangtua) kami tidah tahu. Iya (kami hanya mendapat rujukan dari Dinsos). Kondisi sekarang masih perawatan intensif," ujar dia.
Baca juga: 11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Polisi: Mayoritas Lahir di Luar Nikah
| Perkembangan Kasus Temuan 11 Bayi di Pakem: Polisi Bentuk Tim Khusus hingga Dugaan Pelanggaran Hukum |
|
|---|
| Polisi Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Temuan 11 Bayi di Sleman |
|
|---|
| Dugaan Pelanggaran Izin Praktik dalam Kasus Temuan 11 Bayi di Pakem, Pakar Sebut Ancaman Pidana |
|
|---|
| Belasan Bayi Dievakuasi di Sleman, Pakar Hukum UMY Sebut Ada Ancaman Pidana Bagi Bidan ORP |
|
|---|
| Bidan ORP Tetap Buka Praktik di Gamping Pascaevakuasi 11 Bayi dari Rumah Pakem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Idap-Kelainan-Jantung-hingga-Hernia-3-Bayi-yang-Dievakuasi-di-Pakem-Dirawat-Intensif-di-RSUD-Sleman.jpg)