Terdampak Perang, Ekspor DIY Secara tahunan Turun 14,61 Persen pada Maret 2026
Secara tahunan nilai ekspor DIY turun sebesar 14,61 persen dibandingkan Maret 2025. Pada Maret 2025 nilai ekspor DIY mencapai US$46,3 juta.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Nilai ekspor DIY pada Maret 2026 turun 14,61 persen dibanding tahun sebelumnya akibat konflik AS-Iran.
- Penurunan terutama dipicu kontraksi industri pengolahan, dengan komoditas pakaian bukan rajutan turun tajam, sementara pakaian rajutan justru naik.
- Meski Maret melemah, ekspor DIY triwulan I 2026 naik tipis 0,60 persen, didukung sektor pertanian dan pengolahan pakaian.
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ekspor DIY mulai terdampak konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Dampak tersebut terlihat dari adanya penurunan ekspor pada Maret 2026.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan nilai ekspor DIY pada Maret 2026 senilai US$39,56 juta. Secara tahunan nilai ekspor DIY turun sebesar 14,61 persen dibandingkan Maret 2025. Pada Maret 2025 nilai ekspor DIY mencapai US$46,3 juta.
Pengaruh perang, kontraksi sektor industri
“Kita bisa melihat kondisi terkini, ekspor bulan Maret 2026 tentu ini sudah ada pengaruh sedikit dengan kondisi perang yang terjadi pada bulan Maret,” katanya, Minggu (10/5/2026).
Ia mengungkapkan penurunan nilai ekspor secara tahunan utamanya disebabkan oleh kontraksi sektor industri pengolahan yang turun sebesar 14,66 persen. Sementara industri pengolahan menyumbang 99,14 persen total ekspor DIY.
Komoditas unggulan ekspor dari hasil industri ialah pakaian bukan rajutan dan aksesorisnya, pakaian rajutan dan aksesorisnya , serta barang dari kulit samak.
Pakaian bukan rajutan memberikan andil 30,69 persen. Nilai ekspor komoditas ini turun 28,74 persen, dari US$ 17,04 juta pada Maret 2025 menjadi US$12,14 juta pada US$ 12,14 juta.
Sementara pakaian rajutan dan aksesorisnya memberikan kontribusi sebesar 18,29 persen. Nilai ekspor komoditas ini naik 9,58 persen, dari US$ 6,04 juta pada Maret 2025 menjadi US$ 6,62 pada Maret 2026.
Sedangkan barang dari kulit memberikan kontribusi sebesar 10,51 persen. Nilai ekspor komoditas ini turun 15,48 persen dari US$ 4,92 juta pada Maret 2025 menjadi US$4,16 juta pada Maret 2026.
“Pakaian bukan rajutan paling banyak kita (DIY) ekspor ke Amerika Serikat, Jerman, lalu Australia. Dan penurunan paling rendah secara year on year ini adalah ke Amerika Serikat. Kemudian pakaian rajutan dan aksesorisnya paling banyak kita ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman. Kenaikan tertinggi ke Amerika Serikat,” ungkapnya.
“Kemudian ekspor barang dari kulit samak paling banyak kita ekspor ke Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Kanada. Penurunan terdalam adalah ekspor ke Amerika Serikat,” sambungnya.
Naik di triwulan I 2026
Kendati mengalami penurunan pada Maret 2026, BPS DIY mencatat ekspor DIY naik tipis sepanjang triwulan I 2026. Pada periode Januari hingga Maret 2026, nilai ekspor DIY mencapai US$ 137,97 juta. Ada peningkatan 0,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode Januari hingga Maret 2025, nilai ekspor DIY sebesar US$137,14 juta.
Hampir seluruh ekspor DIY disumbang oleh sektor industri pengolahan yang berkontribusi sebesar 99,04 persen. Untuk pertanian naik 21,23 persen, kemudian untuk industri pengolahan naik 0,43 persen.
“Sektor pertanian ini karena naiknya ekspor buah-buahan ke Tiongkok dan Kamboja, serta kakao dan olahannya kita ekspor ke Jepang, biji dan buah mengandung minyak ke Malaysia. Sektor pertambangan naik tipis karena ekspor garam, belerang, batu dan semen, ini kita ekspor ke Amerika Serikat. Industri pengolahan karena naiknya ekspor pakaian dan aksesorisnya,” lanjutnya.
Amerika Serikat merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$64,64 juta atau berperan sebesar 46,85 persen, diikuti Jerman US$13,66 juta dengan peranannya 9,90 persen, dan Australia US$7,75 juta atau berperan 5,62 persen.
Secara kumulatif, total nilai ekspor ke sebelas negara tujuan utama turun 0,64 persen dan mempunyai peranan 79,62 persen terhadap seluruh ekspor DIY. Ekspor ke Uni Eropa turun sebesar 9,28 persen. Dilihat dari peranan, Uni Eropa mempunyai peran sebesar 24,22 persen. (maw)
| Jadwal Pemadaman Jaringan Listrik Wilayah DIY Hari Ini 8 Mei 2026 |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Pukul Manufaktur DIY, Disperindag Maksimalkan Peluang Ekspor IKM |
|
|---|
| Daya Beli Lemah, GIPI DIY Sebut Kebijakan PPN Pesawat Ditanggung Pemerintah Tak Bisa Optimal |
|
|---|
| Perkuat Struktur Partai, DPD PDI Perjuangan DIY Gelar Musancab Serentak: Jaga Soliditas Kader |
|
|---|
| Info Cuaca DIY Sepekan ke Depan Menurut BMKG: Potensi Hujan Sedang-Lebat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nilai-ekspor-industri-pengolahan-alami-surplus-pada-periode-januari-april-2020.jpg)