Total 68 Anak Korban Daycare Little Aresha Ditangani Unit PPA Polresta Yogyakarta

Sebanyak 68 anak korban dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta mendapat penanganan dari Unit PPA Polresta

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/dok. Istimewa
KASUS KEKERASAN - (Dokumentasi) Spanduk peringatan dipasang oleh warga melalui pengurus kampung di bangunan Little Aresha Daycare, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Sebanyak 68 anak korban dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta telah mendapat penanganan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta. 

 


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 68 anak korban dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta telah mendapat penanganan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta.

Para anak-anak tersebut dulunya menghuni di lima kelas di Daycare Iittle Aresha yakni kelas Baby Mungil, Baby Kecil, Baby Besar, Kelas Edukasi dan kelas Pra TK (Taman Kanak-kanak).

"68 anak itu yang sekarang, di luar angkatan terdahulu. Kan ada 6 kelas, yang kami gerebek 5 kelas," kata Kanit PPA Polresta Yogyakarta, Iptu Apri Sawitri, saat dihubungi, Jumat (8/5/2026).

Adapun para saksi korban atau orang tua anak yang telah diperiksa sebanyak 61 orang.

Disampaikan Apri saat ini pemeriksaan baru dilakukan kepada para korban atau orang tua anak yang menghuni kelas Edukasi.

"Sekarang pemeriksaan baru di kelas edukasi, selanjutnya kelas pra TK, besok kalau sudah pra TM naik lagi ke kelas KB. Sebenarnya KB sama pra TK duluan KB, hanya saja kalau KB gedungnya di sisi utara dan bukan tempat kita yang gerebek itu," terang Apri.

Dia menjelaskan pihak kepolisian masih mendalami terkait dugaan tindak pidana lainnya.

Di antaranya ada dugaan penggunaan obat tidur yang sengaja diminumkan kepada para anak, hingga tindakan kriminal lainnya.

"Pastinya sudah kami dalami, hanya saja belum mendapatkan bukti-bukti, kalau Polisi kan bicara harus ada buktinya, sekarang masih kita dalami," tegas Apri. 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved