Jelang Idul Adha,  Harga Sapi Kurban di Sleman Mulai Merangkak Naik 

Mendekati Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan ternak di Kabupaten Sleman mulai menggeliat.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Peternak di kandang kelompok ternak Karya Tunggal di Pedukuhan Nyamplung Kidul, Balecatur, Gamping sedang memberi makan ternak sapi yang siap dijual untuk hewan kurban, Selasa (5/5/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mendekati Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan ternak di Kabupaten Sleman mulai menggeliat.

Minat masyarakat untuk membeli ternak yang hendak dijadikan hewan kurban tetap tinggi, meskipun harga sapi di tingkat peternak mulai terkerek naik. 

Di Kelompok Ternak Karya Tunggal Kalurahan Balecatur, Gamping misalnya, harga sapi tercatat mengalami kenaikan sekitar Rp1 juta per ekor.

Sekretaris Kelompok Ternak setempat, Trisno Dul Rahman mengungkapkan rata-rata harga sapi saat ini berada di kisaran Rp25 juta hingga Rp28 juta.

"Harganya mundak (naik) sedikit, kurang lebih Rp1 juta per ekor," katanya, Selasa (5/5/2026). 

Harga Rp 28 juta merupakan harga tertinggi untuk sapi jenis Peranakan Ongole (PO) dan Limousin.

Menurut dia, penjualan ternak tahun ini terasa lebih mudah dibanding tahun lalu.

Dari populasi 40-60 ekor di kelompoknya, sebanyak 18 ekor sudah laku terjual.

Konsumen bahkan sudah mulai memesan dan membayar uang muka (DP) sejak dua bulan lalu.

Terkait jenisnya, kandang ternak di Pedukuhan Nyamplung Kidul ini menampung beberapa jenis sapi mulai dari Limousin, Metal hingga Peranakan Ongole.

"Kalau yang banyak dicari jenis Limousin karena dagingnya lebih padat. Pembelinya dari warga lokal saja sekitar Balecatur. Ada juga dari Sidoarum, Godean," imbuhnya.

Baca juga: Bus Wisata Dilarang Masuk TKP Senopati, Taman Pintar Jogja Siapkan Shuttle Gratis untuk Wisatawan

Harga sapi yang merangkak naik jelang idul adha  ini selaras dengan ketersediaan ternak yang ada di Bumi Sembada.

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Pangan (DP3) Sleman, Rofiq Andriyanto mengatakan, kebutuhan sapi dan domba untuk kurban di Sleman masih kurang.

 Ia memaparkan bahwa kebutuhan sapi kurban di Sleman mencapai 9.235 ekor, sementara ketersediaannya baru di angka 3.854 ekor yang berarti kurang 5.381.

Untuk ternak domba juga masih kurang 7.939 ekor. Sebab ketersediaannya saat ini 7.811 ekor sementara kebutuhan kurban 15.750 ekor. Sedangkan, komoditas kambing sudah surplus.

"Untuk menutupi kekurangan sapi dan domba, kami membuka keran bagi pedagang untuk mendatangkan ternak dari luar Sleman. Kami juga akan memonitor pasar tiban yang diprediksi muncul 300 titik. Nanti dua minggu menjelang Idul Adha, kami mulai muter untuk memonitoring pasar tiban. Kami muter untuk memastikan kesehatan hewannya," kata dia. 

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sleman dan TPID DIY juga telah melakukan pemantauan. Tim memantau di kandang ternak hingga Pasar Hewan Ambarketawang.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa seusai melakukan pemantauan ternak mengamini ada tren kenaikan harga saat ini.

Namun, ia berharap kenaikan tersebut masih dalam batas wajar sehingga tidak memberatkan masyarakat yang ingin membeli ternak untuk berkurban. 

"Fokus kami memantau terkait kesehatan hewan. Kalau harga, mudah-mudahan meskipun ada kenaikan, tapi tidak memberatkan masyrakat untuk melaksanakan kurban dan tetap terjangkau. Stok ketersediaannya juga diharapkan bisa tercukupi," kata dia.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved