JOGJA HARI INI : Menyingkap Kelam Ruang Penitipan

Di balik pagar yang selalu terkunci itu, tersimpan kisah pilu tentang balita yang dibekap, diikat, hingga mengalami trauma psikis mendalam.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
DUGAAN KEKERASAN: Tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, digerebek aparat kepolisian. Penggerebekan tersebut terjadi lantaran adanya dugaan penganiayaan kepada balita yang dititipkan di daycare tersebut. 

Anto mengaku sangat terpukul, mengingat sang buah hati telah dititipkan di daycare tersebut dalam kurun waktu cukup lama.

"Anak kami kebetulan sudah tiga tahun di sana, sejak usia dua bulan. Jadi dari usia dua bulan sudah kami titipkan di sana sampai kemarin kasus ini mencuat," ungkapnya.

Selama masa penitipan tersebut, Anto tak menampik adanya beberapa kejanggalan yang dirasakan, seperti mendapati luka-luka fisik pada tubuh anaknya.

Meski pihak daycare kerap memberikan alasan yang bervariasi untuk melegakan orang tua, dirinya merasa lega kasus ini akhirnya terungkap ke publik.

"Memang ada beberapa kejadian berkaitan dengan luka-luka fisik yang tentunya kami selaku orang tua tidak mengharapkan itu," jelasnya.

Selain luka fisik, Anto juga menyoroti kondisi tumbuh kembang anaknya karena perlakuan yang cenderung kurang manusiawi selama dititipkan di Little Aresha.

Ia mengaku khawatir terhadap risiko stunting lantaran adanya penurunan berat badan yang drastis pada sang anak selama berada dalam pengasuhan lembaga tersebut.

"Itu kekhawatiran kami selaku orang tua pasti, ketika anak tidak sesuai dengan standar (berat badan) kan tentu ada kekhawatiran ke arah sana (stunting)," tambahnya.

Kini, fokus utama para wali murid adalah pemulihan psikis anak-anak, agar trauma yang dialami tidak berkepanjangan dan bisa kembali tumbuh dengan normal.

Terkait proses hukum yang tengah berjalan di Polresta Yogyakarta, Anto menyatakan apresiasinya atas penetapan 13 orang tersangka dalam kasus ini.

“Apa pun prosesnya kami ikuti. Harapan kami, pemkot bisa memberikan titik terang, bantuan hukum, dan pengawalan proses hukum ini seadil-adilnya," pungkasnya.

Penyesalan

Raut penyesalan tak dapat disembunyikan dari wajah Noorman Windarto, salah satu orang tua korban dalam kasus ini.

Di teras Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta, Minggu (26/4) sore, suara pria itu bergetar saat menceritakan nasib malang yang menimpa dua buah hatinya.

Dia tak pernah menyangka, tempat yang ia percayai karena citra mewah dan keramahan pengelolanya, ternyata menyimpan praktik yang disebutnya jauh dari kata manusiawi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved