Bursa Calon Sekda Kota Yogyakarta, Ada 8 Kandidat yang Mendaftar
Proses seleksi calon Sekda Kota Yogyakarta bisa langsung berlanjut ke tahap berikutnya, tanpa perlu digulirkan perpanjangan pendaftaran.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Tercatat ada delapan orang yang melamar posisi sebagai calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta
- Proses seleksi calon Sekda bisa langsung berlanjut ke tahap berikutnya, tanpa perlu digulirkan perpanjangan pendaftaran.
- BKPSDM tengah melakukan verifikasi berkas untuk menilai kelayakan persyaratan kedelapan kandidat yang masuk bursa calon Sekda Kota Yogyakarta.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Teka-teki mengenai siapa saja kandidat pengisi kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta mulai menemui titik terang.
Hingga batas akhir pendaftaran pada 10 April 2026 lalu, tercatat ada 8 orang yang melamar posisi pimpinan tertinggi birokrasi di lingkungan Pemkot Yogyakarta ini.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta, Sarwanto, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar sudah memenuhi syarat minimal.
Dengan begitu, proses seleksi calon Sekda bisa langsung berlanjut ke tahap berikutnya, tanpa perlu digulirkan perpanjangan pendaftaran.
"Kalau yang itu ada 8 orang. Artinya sudah melewati batas minimal 3 orang, sehingga kita tidak perlu ada perpanjangan pendaftaran," ujarnya.
Meski demikian, sampai sejauh ini, Sarwanto masih enggan merinci identitas kedelapan nama yang masuk dalam bursa calon Sekda Kota Yogyakarta tersebut.
Namun, ia memberikan bocoran, dari total 8 pendaftar, mayoritas merupakan 'orang dalam', atau pejabat yang selama ini sudah malang melintang di internal Pemkot Yogyakarta.
"Untuk rinciannya, yang 8 ini, 7 orang dari dalam (internal Pemkot Yogyakarta) dan 1 orang dari luar, dari kementerian lembaga pusat," ungkapnya.
Verifikasi dan Seleksi Administrasi
Saat ini, pihak BKPSDM tengah melakukan verifikasi berkas untuk menilai kelayakan persyaratan kedelapan kandidat yang masuk bursa calon Sekda Kota Yogyakarta.
Selanjutnya, nasib para pelamar tersebut, akan ditentukan dalam rapat Panitia Seleksi (Pansel) yang dijadwalkan berlangsung pada 13 April 2026.
"Nanti pengumumannya 14 April. Tapi, penetapan hasil seleksi administrasi oleh Pansel dilakukan pada tanggal 13 April. Jadi setelah rapat Pansel, baru kita umumkan siapa yang lolos administrasi," urainya.
Baca juga: Pemkot Yogyakarta Targetkan Tiap Kelurahan Punya Sekolah Lansia, Buka Peluang Kolaborasi
Lebih lanjut, Sarwanto memaparkan bahwa Tim Pansel ini terdiri dari lima orang dengan komposisi ganjil untuk menjaga independensi.
Bertindak sebagai Ketua Pansel adalah Sekda DIY, dengan anggota yang melibatkan unsur akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Jika seluruh tahapan berjalan mulus tanpa kendala, publik tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui siapa saja kandidat terkuat yang akan mengerucut.
| Pemkot Yogya dan Pamella Kolaborasi Bedah Rumah Warga, Hasto Wardoyo Tekankan Gotong Royong |
|
|---|
| 31 Daycare di Kota Yogyakarta Terpantau Tak Berizin, Pemkot Dampingi Pemenuhan Aspek Legalitas |
|
|---|
| Sebagian Korban Little Aresha Daycare Alami Gangguan Tumbuh Kembang |
|
|---|
| Buntut Kasus Little Aresha, Sri Sultan HB X Instruksikan Perketat Perizinan dan Operasional Daycare |
|
|---|
| Wali Kota Hasto Wardoyo Lantik 106 Pejabat Pemkot Yogya di Bantaran Sungai Winongo, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gedung-utama-Balai-Kota-Yogyakarta.jpg)