Kronologi Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Parangkusumo Bantul
Diduga karena terlalu asyik bermain, Tiga wisatawan itu tidak menyadari telah masuk ke area palung atau rip current.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Tiga wisatawan dilaporkan terseret arus di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Senin (13/4/2026) siang.
- Ketiga korban sempat terseret hingga ke area rip current (arus balik) sebelum akhirnya berhasil dievakuasi ke daratan.
- Korban berhasil dievakuasi dari terjangan ombak dan segera dilarikan ke Klinik Dharma Husada untuk mendapatkan perawatan medis.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tiga wisatawan dilaporkan terseret arus di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Senin (13/4/2026) pukul 11.35 WIB.
Ketiga korban sempat terseret hingga ke area rip current (arus balik) sebelum akhirnya berhasil dievakuasi ke daratan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan, kejadian itu berlangsung saat kondisi pantai sedang ramai dikunjungi wisatawan.
Kemudian, korban dan rombongannya tiba di Pantai Parangkusumo.
"Tiga orang dari rombongan tersebut, yakni P (46) dan DAP (14) asal Bandung, Jawa Barat, serta KY (15) asal Boyolali, Jawa Tengah, langsung bermain air di bibir pantai," ucapnya kepada wartawan.
Kronologi Peristiwa
Diduga karena terlalu asyik bermain, Tiga wisatawan itu tidak menyadari telah masuk ke area palung atau rip current.
Dalam sekejap, arus kuat menyeret mereka ke tengah laut hingga sempat tenggelam.
Kejadian itu diketahui oleh petugas jaga di lapangan, sehingga bergerak cepat.
Tiga korban itu langsung tertolong selamat.
Baca juga: Kasus Mafia Tanah Korban Bryan Manov Belum Kelar, Pemkab Bantul: Masih di Polda DIY, Uji Labfor
Penyelamatan ini melibatkan personel gabungan dari SAR Ditpolairud Polda DIY, SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis dan Satpol PP Kab. Bantul (Satgas Linmas Jogo Segoro).
"Petugas jaga dari SAR Ditpolairud Polda DIY, Satlinmas Rescue Istimewa, dan Satgas Linmas Jogo Segoro yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan secara intensif," lanjut Rita.
Setelah berhasil dievakuasi dari terjangan ombak, para korban segera dilarikan ke Klinik Dharma Husada untuk mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan pemeriksaan tim medis, ketiga korban dinyatakan dalam kondisi stabil meski sempat mengalami syok.
"Setelah mendapatkan perawatan intensif, para korban dinyatakan pulih dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan kembali bersama rombongan," jelasnya.
Atas kejadian ini, kata Rita, mengingatkan kepada para wisatawan untuk selalu waspada dan mematuhi rambu-ramu peringatan di sepanjang pantai, terutama area yang dilarang untuk berenang.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung pantai agar selalu berhati-hati. Jangan terlalu ke tengah saat bermain air, terutama di titik-titik rawan palung demi keselamatan bersama," tutupnya. (*)
| Direktur RSSA Bantul Beberkan Gejala Leptospirosis yang Harus Diwaspadai |
|
|---|
| Kronologi Dugaan Malpraktik Balita Meninggal di RSUD Prambanan, Hasil Audit dan Reaksi Bupati Sleman |
|
|---|
| Dinkes Bantul Catat 123 Kasus Leptospirosis Januari - Mei 2026, Enam di Antarnaya Meninggal Dunia |
|
|---|
| Satu Jemaah Haji Asal Bantul Meninggal Dunia di Arab Saudi, Satu Masih Jalani Perawatan |
|
|---|
| Update Kasus GMS Bantul: Status Penyelidikan Naik Jadi Penyidikan, Apa Artinya? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261304-Wisatawan-terseret-arus-di-Parangkusumo.jpg)