Dampak Geopolitik dan Kenaikan Harga Avtur, Kunjungan Wisman di Bantul Berpotensi Turun
Konflik Timur Tengah antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel secara tidak langsung memberikan dampak terhadap kunjungan wisatawan ke DIY dan Bantul
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Konflik AS-Iran memicu kenaikan harga avtur yang berimbas pada mahalnya tiket pesawat, sehingga diprediksi menurunkan minat kunjungan wisatawan ke DIY dan Bantul.
- Wisatawan mancanegara cenderung menunda perjalanan karena kondisi geopolitik yang memanas, terutama bagi peminat desa wisata di wilayah Bantul.
- Dispar Bantul mencemaskan dampak *travel warning* Korea Selatan ke Bali akan merembet ke DIY dan berharap ketegangan global segera mereda.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Konflik Timur Tengah antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel secara tidak langsung memberikan dampak terhadap kunjungan wisatawan ke DIY dan Bantul.
Sebab, perang di Timur Tengah tersebut memicu kenaikan harga avtur sehingga hal itu memicu terjadinya kenaikan harga tiket pesawat.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan, kondisi itu juga berpotensi berdampak pada kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara (Wisman).
"Pasti berdampak pada penurunan jumlah kunjungan Wisman ke DIY dan Bantul. Apalagi kondisi geopolitik internasional yang masih panas, saya kira Wisman akan wait and see kondisi geopolitik internasional dengan menunda perjalanan," katanya kepada Tribunjogja.com, Senin (13/4/2026).
Dikatakannya, selama ini Wisman cukup banyak yang berkunjung ke Bumi Projotamansari.
Baca juga: Kasus PMK dan Antraks Masih Ditemukan di DIY, Vaksinasi dan Lalu Lintas Ternak Diperketat
Rata-rata mereka mengunjungi kawasan desa wisata dikarenakan memiliki nuansa dan rekreasi yang berbeda dari biasanya.
Selama tahun 2025, setidaknya ada 810 Wisman yang berkunjung ke 11 desa wisata yang tersebar di Karangasem, Kebonagung, Candran, Wukirsari, Krebet, Tembi, Puton, Trimulyo, Goa Cemara, Kaji, dan Bumi Mataram Pleret.
"Untuk data kunjungan Wisman selama Januari sampai Maret 2026, ada 24 orang. Itu di Desa Wisata Jagalan. Itu data sementara yang baru masuk," ucap dia.
Kini pihaknya berharap, ke depan harga bahan bakar tidak naik karena kondisi geopolitik internasional. Apalagi, baru-baru ini, Korea Selatan mengeluarkan travel warning untuk kunjungan ke Bali dikarenakan dampak geopolitik tersebut.
"Ternyata ini ada travel warning dari Korea Selatan untuk kunjungan ke Bali. Semoga tidak berimbas negatif ke DIY," tandas dia.(nei)
| Kasus Mafia Tanah Korban Bryan Manov Belum Kelar, Pemkab Bantul: Masih di Polda DIY, Uji Labfor |
|
|---|
| KNPI Bantul Ajak Pemuda Jaga Kelestarian Ekosistem Alam |
|
|---|
| DPRD Bantul Lakukan Penyesuaian Skema WFH Sekali dalam Seminggu |
|
|---|
| Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Biaya dan Keberangkatan Jemaah Haji Khusus di Yogyakarta |
|
|---|
| Siasati Gejolak Global, Perusahaan Migas di Indonesia Pastikan Suplai Migas Tetap Aman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Berkuda-di-Pantai-Parangtritis.jpg)