Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Bantul, Kepala SDN Monggang Beberkan Kronologinya
Semua siswa SDN Mogangan yang diduga keracunan sudah mendapatkan penanganan dari pihak Puskesmas Pundong dan tidak ada yang menjalani rawat inap.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
"Belum kembali (dari pemeriksaan Puskesmas) terus tambah lagi, tambah lagi (korban diduga keracunan menu MBG). Total kemarin ada sekitar 18 siswa (diduga keracunan menu MBG). Terus hari ini juga tambah satu siswa. Jadi total 19 siswa," papar dia.
Meski demikian, semua siswa itu sudah mendapatkan penanganan dari pihak Puskesmas Pundong dan tidak ada yang menjalani rawat inap.
Namun, dari 19 siswa itu, sembilan di antaranya belum masuk sekolah dikarenakan masih merasa pusing.
"Kemarin, menu MBG kami sisihkan sekitar tiga porsi untuk dibawa ke Puskesmas dan dilakukan cek laboratorium. Terus semua pihak aparatur di sini, ada Bu Panewu, Koramil, dan sebagainya. Kami juga sudah laporan ke koordinator lapangan MBG-nya," ujarnya.
Adapun penerima manfaat MBG di SD Negeri Monggang sejumlah 127 yang terdiri atas 113 siswa dan 14 tenaga pendidik.
Kala itu, tenaga pendidik di SD Negeri Monggang belum ada yang mengonsumsi MBG, dikarenakan masih sibuk mempersiapkan ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
MBG Disetop
Sementara itu, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan sekaligus Koordintasi MBG, Sarjito, berujar karena satu ompreng ditemukan ulat, sehingga semua guru atau wali kelas SDN Monggang diarahkan untuk cek menu MBG siswa.
"Jadi hanya satu saja yang ada ulat. Satu itupun apakah mungkin karena dari ulat susu terus mencolot (melompat) atau bagaimana," ujarnya.
Kendati begitu, kata Sarjito, sempat ada minuman susu yang dibuka dan langsung dituangkan dalam ompreng.
Hasilnya terlihat ada ulat di dalam susu tersebut. Ia juga menyampaikan masa kedaluwarsa susu tersebut masih cukup lama.
"Setelah sini kejadian (diduga keracunan MBG), terus yang belum dikirim MBG pada disetop. Dan kemarin saya sempat backup jaga siswa kami yang dirawat di Puskesmas. Memang sempat ada dua siswa kami yang mendapatkan infus, tapi sekitar pukul 16.00 WIB kemarin sudah diperbolehkan pulang," jelas dia.
SPPG Belum Berkomentar
Ditemui terpisah, Kepala SPPG Srihardono 1, Septiyanto, mengaku belum bisa memberikan penjelasan lengkap.
Namun, saat ini, SPPG tersebut berhenti operasional sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
"Nanti saya kirim pers rilis. Menu MBG sudah kami tarik dan dilakukan uji lab. Hasil uji labnya baru keluar 10 hari kemudian," tutup dia.
Baca juga: 208 SPPG di DIY Disetop, Pemda Apresiasi Langkah Preventif BGN
Keterangan Pemkab
Sebelumnya diberitakan, belasan siswa di dua SD di Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul diduga keracunan menu dari Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan pada Rabu (8/4/2026) pagi.
| Irda Kulon Progo Masih Dalami Dugaan Pungli Lurah Garongan, Keputusan Sanksi di Bupati |
|
|---|
| Breaking News: Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Terbongkar di Untidar, Pakai Alat Pendengar di Telinga |
|
|---|
| Orangtua Korban Daycare Little Aresha Yogyakarta Datangi LPSK, Minta Tiga Hak Perlindungan |
|
|---|
| Usut Dugaan Pemberian Obat CTM ke Korban Little Aresha Daycare, Pemkot Yogya Libatkan Psikolog |
|
|---|
| Bangunan Little Aresha Daycare Jadi Sasaran Vandalisme, Hasto Wardoyo Minta Warga Menahan Diri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260904-Suasana-di-SDN-Monggang-Bantul.jpg)