Malioboro Masih Jadi Primadona, Padat Wisatawan hingga Pekan Terakhir Libur Lebaran 2026
Kasatlantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, mengatakan dimungkinkan akhir pekan kali ini menjadi puncak libur lebaran gelombang kedua.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
“Cuma masyarakat kita itu kan maunya parkir yang dekat dengan Malioboro dan sekitarnya, sebenarnya kantong parkir sudah tercover,” ujar Alvian.
Apalagi area parkir senopati di kawasan Nol Km saat libur lebaran sekarang ini dikhususkan bagi kendaraan pribadi.
“Jadi sudah cukup sebenarnya, yang di ring dua juga masih banyak yang longgar,” pungkasnya.
Ratusan Ribu Wisatawan
Sebelumnya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta mencatat pengunjung Malioboro selama libur Lebaran dari 18-24 Maret 2026 menyentuh 286.558 orang.
Kepadatan pengunjung Malioboro mulai terjadi pada 21 Maret yakni 23.903 orang, lalu 22 Maret meningkat menjadi 56.975 orang, pada 23 Maret sebanyak 78.127 orang, dan 24 Maret 2025 sebanyak 70.709 orang.
Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, mengungkapkan penghitungan pengunjung dilakukan oleh petugas di lima titik akses masuk Malioboro.
Yakni, dari utara Bank BPD DIY di Jalan Pasar Kembang, depan hotel D’Jogja, Nol Kilometer dari sisi timur, dan barat, hingga sirip kawasan di Jalan Suryatmajan.
"Keramaian pengunjung (Malioboro) biasanya terjadi pukul 17.00 WIB hingga malam hari selama libur Lebaran. Kemungkinan, keramaian akan mencapai puncaknya 30 Maret," katanya, Jumat (27/3/2026).
Jadi Primadona
Sementara, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muhammad Zandaru, menyampaikan kawasan Malioboro-Tugu-Kraton (Gumaton) masih jadi primadona di libur Lebaran kali ini.
Oleh sebab itu, ia mengakui, peningkatan daya tarik di kawasan atau destinasi lain menjadi sebuah pekerjaan rumah, untuk memecah keramaian wisatawan.
"Memang kawasan Gumaton jadi magnet bagi wisatawan luar kota yang datang ke Yogya. Jadi, istilahnya 'belum ke Yogya kalau belum ke Malioboro', begitu," terang Zandaru.
"Maka, kami juga berupaya untuk mengembangkan kawasan yang lain seperti Kotagede, kemudian Kotabaru, dalam rangka untuk memecah keramaian di Malioboro," urainya.
( tribunjogja.com/ hda/aka )
| Balai POM Yogyakarta Sebut Peredaran Obat Terlarang Masih Tinggi, Pemicu Aksi Kriminalitas Remaja |
|
|---|
| Update Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Kamis 21 Mei 2026 Pukul 12.00 WIB |
|
|---|
| Gandeng Eduplan Indonesia, UAJY Buka Peluang Mahasiswa Kuliah ke Eropa Lewat Expo Pendidikan |
|
|---|
| KKB Pimpinan Kopitua Heluka Bantai 8 Pendulang Emas di Korowai |
|
|---|
| Wujud Pengabdian Masyarakat, FK UAJY Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Kesehatan Lansia di Kulon Progo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260327-Suasana-keramaian-di-Malioboro.jpg)