Hingga Jumat Siang, BPPTKG Catat Ada 30 Kali Gempa Guguran di Gunung Merapi

Gunung Merapi tercatat mengalami 30 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-8 mm dan lama gempa 55.9-164.36 detik.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Jumat (27/3/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi tercatat mengalami 30 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-8 mm dan lama gempa 55.9-164.36 detik.

Hal itu berdasarkan catatan laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Jumat (27/3/2026), pukul 06.00-12.00 WIB.

Selain itu, tercatat pula ada 23 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-32 mm, S-P 0.4-0.5 detik dan lama gempa 26.44-57.1 detik.

 Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 9 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 85.7 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi tertutup kabut 0-III. Asap kawah nihil. 

Baca juga: Info Cuaca Wilayah DIY, Waspada Hujan Lebat di Kota Yogya, Sleman, GK, Bantul dan KP Hari Ini

Dari sisi klimatologi, cuaca di kawasan puncak Merapi mendung, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 23.3-25.6°C. Kelembaban 77.7-94.9 persen. Tekanan udara 871.7-916.5 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved