235 Ribu Kendaraan Masih Tertahan di Jogja, Dishub DIY Antisipasi Puncak Arus Balik Kedua
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, memberikan penjelasan mendalam bahwa data tersebut merupakan hasil traffic counting
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Sekitar 235 ribu kendaraan masih tertahan di DIY dan berpotensi memicu lonjakan arus balik kedua pada 29 Maret 2026.
- Dishub DIY menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas, koordinasi lintas wilayah, dan penanganan khusus di titik perbatasan.
- Kepadatan di kawasan wisata diantisipasi dengan pengaturan parkir, shuttle, serta optimalisasi angkutan umum untuk kurangi beban jalan.
TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 235 ribu kendaraan tercatat masih "tertahan" di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga 22 Maret 2026.
Angka tersebut menjadi basis kewaspadaan bagi Dinas Perhubungan (Dishub) DIY untuk mengantisipasi potensi ledakan arus pada puncak gelombang kedua arus balik yang diprediksi akan jatuh pada Minggu (29/3/2026) mendatang.
Hasil traffic counting
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, memberikan penjelasan mendalam bahwa data tersebut merupakan hasil traffic counting yang mencakup seluruh pergerakan, termasuk kendaraan lokal dan bukan semata pemudik.
"Selisih sekitar 235 ribu kendaraan tetap menjadi indikator adanya potensi pergerakan keluar yang cukup besar menjelang puncak arus balik kedua pada Minggu, 29 Maret," ungkap Chrestina, Rabu (25/3).
Di sisi lain, otoritas melihat bahwa fenomena work from anywhere (WFA) turut berperan dalam pola pergerakan masyarakat tahun ini. Chrestina menilai kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk melandaikan kurva puncak arus agar pergerakan tidak terkonsentrasi di satu waktu, melainkan lebih tersebar.
Susun strategi
Untuk memastikan kelancaran, Dishub DIY telah menyusun strategi komprehensif yang meliputi manajemen rekayasa lalu lintas situasional serta distribusi waktu perjalanan. Langkah ini diperkuat dengan koordinasi lintas wilayah bersama otoritas Jawa Tengah dan kepolisian, serta penguatan personel di berbagai posko terpadu agar arus balik berjalan lebih terkendali tanpa penumpukan ekstrem di jalur-jalur utama.
Terkait teknis di lapangan, penanganan di setiap titik perbatasan dilakukan secara berbeda sesuai dengan karakteristik arus kendaraannya. Chrestina menjelaskan bahwa di perbatasan Prambanan yang didominasi arus keluar, fokus petugas adalah pada kelancaran arus, optimalisasi simpang, serta pembatasan hambatan samping seperti parkir di badan jalan.
Sementara itu, untuk wilayah Tempel yang arusnya relatif seimbang, Dishub menerapkan manajemen keseimbangan arus melalui pengaturan simpang dinamis.
"Pendekatan ini sengaja dibuat berbasis karakteristik lapangan agar penanganan di tiap titik menjadi lebih tepat sasaran," tambahnya.
Akumulasi kendaraan di tempat wisata
Kepadatan di jalur wisata selama masa jeda antara puncak arus pertama dan kedua juga tidak luput dari pantauan petugas. Tren WFA diketahui mendorong pergerakan wisata yang memicu akumulasi kendaraan lokal di kawasan ikonik.
"Langkah yang kami lakukan meliputi pengaturan akses dan kantong parkir terpusat di kawasan seperti Kawasan Malioboro, Kaliurang, dan Pantai Parangtritis. Selain itu, ada penyediaan shuttle atau angkutan pengumpan, rekayasa lalu lintas lokal berupa satu arah situasional, serta penyediaan informasi lalu lintas secara real-time," jelas Chrestina sembari mengimbau masyarakat untuk rutin memantau peta digital.
Terakhir, pemerintah memastikan kesiapan sektor angkutan umum guna mendukung masyarakat yang tidak menggunakan kendaraan pribadi melalui optimalisasi di Terminal Giwangan dan Stasiun Tugu Yogyakarta.
Selain menambah jumlah armada dan frekuensi perjalanan, Dishub DIY secara rutin melakukan ramp check guna menjamin standar keselamatan penumpang. Melalui koordinasi intensif dengan operator, otoritas terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan angkutan umum sebagai upaya kolektif dalam mengurangi kepadatan beban jalan raya pada puncak arus balik mendatang.
| Cerita Jamu Tradisional Lugu Murni di Yogyakarta, Terus Rawat Tradisi Herbal Sejak 1953 |
|
|---|
| Kisah Sri Bangun, Lansia 71 Tahun yang Setia Merawat Kedai Jamu Legendaris Yogya Sejak 1953 |
|
|---|
| Dirut PSS Sleman Sambut Derby DIY dengan Pesan Damai untuk Suporter |
|
|---|
| Derby DIY Bakal Kembali Tersaji di Kasta Tertinggi, Bos PSIM Yogyakarta Ungkap Hal Ini |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Selasa 19 Mei 2026 Pagi Ini: Teramati 15 Kali Guguran Lava Sejauh 2000 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/137-Ribu-Wisatawan-Padati-Malioboro-Pemkot-Yogyakarta-Libur-Lebaran-Terkendali.jpg)