Dua Pelajar di Jogja Alami Luka Bacok Serius karena 'Gladiatoran' Ritual sebelum Keluar Geng

Para pelajar yang terlibat perkelahian itu menggunakan senjata tajam untuk mempertahankan diri.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Yoseph Hary W
dok.istimewa via kompas.com
ilustrasi perkelahian 

Ringkasan Berita:
  • Dua pelajar di Yogyakarta mengalami luka serius akibat dianiaya sesama geng karena ingin keluar kelompok.
  • Perkelahian terjadi dini hari di Jalan Mangun Sarkoro dengan senjata tajam digunakan kedua pihak.
  • Korban AP dan RA menderita luka bacok, salah satunya tembus paru-paru dan dirawat di rumah sakit.
  • Polisi menyelidiki kasus ini, mengamankan barang bukti celurit, dan menegaskan pertemuan sudah direncanakan sebagai gladiatoran.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua pelajar harus mengalami luka serius akibat dianiaya oleh rekan sesama geng. Peristiwa itu dipicu lantaran dua pelajar tersebut tidak diperbolehkan keluar dari kelompok atau geng pelajar tersebut.

Dugaan penganiayaan itu terjadi di Jalan Mangun Sarkoro, Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta pada Rabu pagi (25/3/2026) sekitar jam 03.30 WIB.

Para pelajar yang terlibat perkelahian itu menggunakan senjata tajam untuk mempertahankan diri.

Keterangan polisi

PS Kasihumas Polresta Yogyakarta, Ipda R Anton Budi Susilo, mengatakan peristiwa perkelahian itu terjadi di depan SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta.

Dua pelajar mengalami luka-luka yakni korban inisial AP (18) warga Mergangsan, Kota Yogyakarta, luka di pundak sebelah kiri, lengan kanan kiri dan jempol tangan kanan. Saat kejadian dia berboncengan dengan temannya ijisial BP.

Korban kedua inisial RA (17) pelajar, Depok, Kabupaten Sleman, mengalami luka pada dada kiri tembus paru-paru. Saat ini di rawat di RS Pratama Yogyakarta. Saat kejadian dia berboncengan dengan temannya MR.

Anton menjelaskan, mulanya pada Rabu dini hari sekitar jam 03.00 WIB Polsek Umbulharjo mendapat telfon dari RS Pratama, mengabarkan adanya pasien korban laka lantas.

“Anggota Polsek Umbulharjo mendatangi RS Pratama untuk mengecek korban, dalam pengecekan tersebut di ruang IGD terdapat pasien dengan luka sayatan sajam diduga korban perkelahian,” katanya, saat dikonfirmasi Rabu siang.

Korban ingin keluar geng

Setelah selesai ditangani pihak medis anggota Polsek Umbulharjo mengamankan diduga saksi korban ke Polsek Umbulharjo untuk pengembangan lebih lanjut. 

“Berdasarkan keterangan saksi bahwa dua pelajar itu diduga ikut geng vascal dan keduanya ingin keluar geng, namun oleh sesama vascal tidak boleh keluar geng kalau belum ada fix (gladiatoran),” katanya.

Kemudian mereka janjian untuk bertemu di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Yogyakarta lalu terjadilah perkelahian tersebut.

“RA membawa dua celurit dan AP membawa satu celurit kemudian sewaktu terjadi bentrokan yang mengalami luka itu RA dan AP,” ujar Kasihumas.

Penyelidikan polisi

Kasus itu kini telah didalami oleh penyidik Polresta Yogyakarta. Pelapor atau korban juga telah membuat laporan ke Polresta Yogyakarta.

Hasil pemeriksaan sementara, korban AP mengalami luka bacok pada pundak kiri, lengan kanan kiri, dan jari jempol tangan kanan dan sempat dirawat di RS Wirosaban. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved