Stok Darah Aman saat Ramadan, PMI DIY Waspadai Penurunan Pascalebaran
Palang Merah Indonesia (PMI) DIY mencatat bahwa selama Ramadan, ketersediaan darah relatif masih mencukupi.
Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Kebutuhan darah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tetap berjalan normal selama Ramadan hingga Lebaran. Namun, potensi penurunan stok darah justru menjadi perhatian setelah periode libur usai, ketika jumlah pendonor cenderung menurun.
Palang Merah Indonesia (PMI) DIY mencatat bahwa selama Ramadan, ketersediaan darah relatif masih mencukupi. Meski demikian, kondisi tersebut diperkirakan tidak bertahan lama apabila partisipasi donor tidak kembali meningkat setelah Lebaran.
Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI DIY, dr Suryanto, mengungkapkan bahwa tren penurunan pendonor merupakan pola yang berulang setiap tahun.
“Stok darah selama Ramadan relatif cukup namun perlu diantisipasi setelah lebaran. Biasanya pendonor darah menurun karena banyak yang mudik atau masih fokus silaturahmi sementara permintaan darah sudah normal kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan, PMI terus mendorong masyarakat untuk tetap melakukan donor darah, baik sebelum mudik maupun di sela waktu libur, agar kebutuhan darah tetap terpenuhi.
“Kami tetap berharap dan mengimbau masyarakat khususnya pendonor darah sukarela untuk menyempatkan berdonor darah di sela-sela liburannya atau yang akan mudik mendonorkan darahnya terlebih dahulu,” lanjutnya.
Untuk menjaga ketersediaan stok, PMI juga melakukan berbagai strategi, mulai dari penyelenggaraan donor darah di berbagai tempat ibadah hingga pengingat melalui media digital kepada para pendonor. Selain itu, sejumlah unit donor darah juga memberikan apresiasi berupa berbagai fasilitas dan hadiah bagi pendonor selama Ramadan hingga Syawal.
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, keberlanjutan stok darah menjadi tantangan tersendiri. Partisipasi aktif masyarakat dinilai tetap menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.(nto)
| PMI DIY Akan Bangun Gedung Operasional untuk Maksimalkan Pelayanan Masyarakat |
|
|---|
| KAI Daop 6 Yogyakarta Catat 133 Barang Penumpang Tertinggal Selama Masa Angkutan Lebaran 2026 |
|
|---|
| 133 Barang Penumpang Tertinggal di KAI Daop 6 Selama Lebaran 2026, Taksiran Capai Rp 129 Juta |
|
|---|
| Tak Seramai Tahun Lalu, Belanja Wisatawan Libur Lebaran 2026 di Sleman Turun |
|
|---|
| Momen Lebaran Dorong Inflasi Kota Yogyakarta Maret 2026, Harga Daging Ayam dan Emping Jadi Pemicu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PMI-DIY-Siaga-Libur-Lebaran.jpg)