Antisipasi Bau Pesing di Malioboro, Pemkot Yogyakarta Pasang Aromaterapi di Cekungan Andong
Pembenahan demi pembenahan digulirkan Pemkot Yogyakarta menghadapi libur Lebaran, terutama menyasar kawasan inti Malioboro.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pembenahan demi pembenahan digulirkan Pemkot Yogyakarta menghadapi libur Lebaran, terutama menyasar kawasan inti Malioboro.
Salah satu fokus utamanya adalah penanganan aroma tidak sedap alias bau pesing akibat ceceran kencing kuda yang kerap menjadi keluhan pengunjung.
Sekretaris Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta, Tri Sotya Atmi, mengaku telah menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini.
Sejak beberapa hari terakhir, pihaknya pun mengerahkan personel guna menjaga sanitasi di titik-titik pemberhentian transportasi tradisional tersebut.
"Kami lakukan perawatan rutin pada cekungan andong. Di sana, kami pasang aromaterapi di sekitar area cekungan serta menyediakan alat untuk pembersihannya," ujarnya, Selasa (17/3/26).
Upaya ini diambil agar limbah cair dari kuda-kuda andong yang melintas atau mangkal tidak meninggalkan sisa bau menyengat, terutama saat cuaca panas atau di tengah keramaian libur panjang.
Siagakan toilet portabel
Selain penanganan bau pesing, Pemkot Yogyakarta juga menyiagakan toilet portabel di beberapa titik strategis yang bisa dimanfaatkan para pelancong.
"Kami ingin memastikan fasilitas sanitasi bagi wisatawan tetap terpenuhi dan higienis, agar pengunjung merasa nyaman selama di Malioboro," ujarnya.
Kendati demikian, upaya menciptakan kenyamanan tidak hanya berhenti pada urusan kebersihan, di mana Disbud pun turut membentuk posko reaksi cepat.
Posko-posko tersebut, disiaplan di lima titik utama yang sarat keramaian, yakni di kawasan Sosrowijayan, Perwakilan, Dagen, Ketandan, dan Beskalan.
"Posko ini melibatkan Jogomaton dan petugas kebersihan untuk mempermudah akses aduan langsung dari para wisatawan secara real-time," terangnya.
Lebih lanjut, untuk menunjang estetika kawasan, perawatan street furniture seperti tree case, bike shelter, bangku, hingga sandaran kursi, juga terus dilakukan.
Bahkan, penerangan di kawasan Malaioboro pun ditingkatkan melalui penggantian lampu budaya dan pemasangan lampu sorot pohon hasil kolaborasi dengan DLH dan Dinas PUPKP.
"Kami juga lakukan pemolesan lantai traso agar bersih dan mengkilap. Semua dilakukan untuk menciptakan kawasan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi siapa saja yang berkunjung," pungkasnya.
| Laka Maut Fortuner vs Dua Beat di Jalan Jogja-Solo, 1 Pemotor Tewas |
|
|---|
| Dua Musisi Asal Tunisia Suguhkan Perpaduan Musik Prancis dan Arab di Hotel Tentrem Yogyakarta |
|
|---|
| Tiket dan Jadwal KRL Jogja Solo Hari Kamis 23 April 2026 dari St. Tugu |
|
|---|
| Mbah Tiwi Bertahan Sendiri, Lansia di Kota Yogyakarta Sambung Hidup Jual Nasi Rames Sebatang Kara |
|
|---|
| Tiket dan Jadwal KRL Jogja Solo Sore-Malam Hari Ini Rabu 22 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dikunjungi-5-Juta-Wisatawan-Sepanjang-2025-Teras-Malioboro-Catatkan-Omzet-Rp78-Miliar.jpg)