Aktivitas Gunung Merapi Senin 16 Maret 2026: Ada 2 Kali Awan Panas Guguran dan 31 Kali Guguran Lava
Teramati Gunung Merapi mengalami 31 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter, Senin (16/3/2026)
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati meluncurkan dua kali awan panas guguran ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1600 meter.
Teramati pula 31 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.
Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Senin (16/3/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.
Untuk pengamatan kegempaan, tercatat 2 kali gempa Awan Panas Guguran dengan amplitudo 18-33 mm dan lama gempa 175.24-188.35 detik.
Selain itu, tercatat pula 49 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-41 mm dan lama gempa 57.8-182.25 detik.
Serta 14 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-30 mm, S-P 0.5-0.7 detik dan lama gempa 26.98-49.61 detik.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Baca juga: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Kulon Progo dan Sleman Siang Ini
Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi terlihat jelas.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 500 meter dari puncak.
Dari sisi klimatologi, cuaca di kawasan puncak Merapi cerah hingga berawan, angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 17.2-19.2°C. Kelembaban 82-97.4 persen. Tekanan udara 872.7-915.6 mmHg.
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)
| Aktivitas Gunung Merapi Minggu 17 Mei 2026 Pagi Ini: Teramati 5 Kali Guguran Lava |
|
|---|
| Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Gunung Merapi Enam Kali Luncurkan Lava Pijar ke Kali Krasak |
|
|---|
| Update Laporan Kegempaan Gunung Merapi Jumat 15 Mei 2026 Siang Ini |
|
|---|
| Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Masih Tinggi, Suplai Magma Terus Berlangsung |
|
|---|
| Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Kamis 14 Mei 2026 Siang Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260316-Aktivitas-Merapi-hari-ini.jpg)