Polisi Amankan Rombongan Pemotor Ugal-ugalan Sambil Main Petasan di Sleman
Polresta Sleman mengamankan sekelompok anak yang tergabung dalam rombongan pemotor ugal-ugalan
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Personel gabungan piket fungsi Polsek Kalasan bersama Polresta Sleman mengamankan sekelompok anak yang tergabung dalam rombongan kendaraan bermotor yang diduga meresahkan masyarakat, karena berkendara ugal-ugalan sambil bermain petasan setelah waktu berbuka puasa.
Mereka diamankan di wilayah Kalasan, pada Jumat (13/3/2026) malam.
Kasihumas Polresta Sleman, AKP Salamun mengatakan, kegiatan pengamanan dipimpin oleh Kanit Sabhara Polsek Kalasan Iptu Anton bersama personel piket fungsi serta dibantu anggota Sat PJR Polda DIY.
Kronologi kejadian bermula ketika petugas menerima laporan dari masyarakat ada rombongan pengendara sepeda motor yang melakukan aksi ugal-ugalan di jalan serta menyalakan petasan dan kembang api saat melintas di Jalan Solo-Yogyakarta tepatnya di Simpang Lima Proliman, Keniten, Tamanmartani, Kalasan, Sleman.
Petugas segera menuju lokasi setelah menerima laporan dan berhasil memberhentikan rombongan pengendara diduga ugal-ugalan yang melintas.
"Dalam kegiatan tersebut petugas mengamankan empat anak beserta kendaraan yang digunakan. Selanjutnya dibawa ke Polsek Kalasan untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh Unit Reskrim," katanya, Sabtu (14/3/2026).
Setelah dilakukan pemeriksaan, keempat anak tersebut diberikan pembinaan dan edukasi agar tidak mengulangi perbuatannya, karena ugal-ugalan dan menyalakan kembang api di jalan dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain.
Orang tua masing-masing anak juga dihadirkan ke Polsek Kalasan untuk diberikan pemahaman serta pembinaan agar dapat melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.
"Usai proses pembinaan, keempat anak tersebut diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing untuk selanjutnya dilakukan pengawasan di lingkungan keluarga," ujar dia.
Terpisah, Kabag Ops Polresta Sleman Kompol Masnoto mengatakan, selama bulan Ramadhan pihaknya menyelenggarakan kegiatan rutin yang ditingkatkan, baik siang maupun malam hari, untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.
Pihaknya menempatkan personel di sejumlah titik-titik yang dianggap rawan, terutama waktu setelah berbuka puasa.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerawanan setelah waktu buka puasa, terutama dari kelompok - kelompok remaja berkendara tidak tertib setelah kegiatan bukber.
"Setelah Maghrib jam 19.00 WIB, kami tempatkan anggota dititik-titik tertentu jalur yang memungkinkan dilewati kelompok ini. Titik kerawanannya seputar Ringroad, Jalan Kaliurang, Jalan Solo dan Jalan Magelang," katanya.
| Bisa-bisanya Ada Pinjol Telepon Ambulans untuk Tagih Utang Nasabah di Sleman |
|
|---|
| Sejumlah Orangtua Siswa di Sleman Keluhkan Bobot Kesulitan Soal TKA SD yang Tak Sama: Tidak Adil |
|
|---|
| Orang Tua Siswa di Sleman Keluhkan TKA SD di Sleman: Tidak Adil |
|
|---|
| Kronologi Pasutri Lansia Ditabrak Pikap di Jalan Magelang Sleman, Satu Orang Meninggal Dunia |
|
|---|
| Jasindo Edukasi Hidup Sehat dan Literasi Perlindungan Melalui Program Satyaraga di Tempel Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rombongan-akan-naik-motor-yang-meresahkan-orang-dan-ugal-ugalan-ditangkap.jpg)