Arus Mudik 2026

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, DIY Antisipasi Lonjakan Kendaraan

Kepala Dishub DIY mengatakan kesiapan sarana dan prasarana transportasi terus dimatangkan untuk menghadapi gelombang kedatangan pemudik.

Tayang:
Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho
Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti 

Meski demikian, antisipasi kepadatan arus kendaraan telah disiapkak sejak 17 Maret 2026 hingga 21 Maret 2026.

Dalam rentang waktu tersebut, menurut Alvian, terjadi peningkatan kendaraan baik pemudik maupun mereka yang mulai berlibur atau bersilaturahmi keluarga di Yogyakarta.

"Prediksi karena kami sesuai melihat hari ya, kalender itu kan, lebaran itu di 20-21 Maret 2026. Karena otomatis tanggal 22 itu sudah H plus dua, tapi kamk menyampaikan H plus 1 dalam artian mungkin prediksi lebaran dari pemerintah yang tanggal 21. Mungkin tanggal 22 itu sudah mulai ada peningkatan yang cukup signifikan," katanya, saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).

Sejumlah antisipasi kepadatan arus kendaraan telah disiapkan jajaran Satlantas Polresta Yogyakarta. 

Baik itu penambahan 50 rambu petunjuk arah hingga pengalihan arus kendaraan yang menuju Kota Yogyakarta.

Untuk kendaraan yang dari luar perbatasan, pihak kepolisian telah memberlakukan rekayasa arus lalu lintas.

Polresta Yogyakarta telah menyiapkan 50 papan rambu petunjuk jalan tambahan.

Fungsinya untuk memudahkan pengemudi yang datang dari luar Kota Yogyakarta.

"Misalnya kendaraan yang dari arah timur, nanti kalau mereka tetap masih menuju ke arah barat melewati jalur Jalan Solo-Jogja (Ambarrukmo Plaza) ke barat, nanti tidak bisa langsung masuk ke arah Tugu. Tapi kami arahkan Galeria ke selatan untuk yang akan mengarah ke Malioboro," jelas Alvian.

Pihak kepolisian akan memasang rambu pengalihan arus di simpang Janti (Jalan Solo-Jogja) untuk menghalau kendaraan bus masuk Kota Yogyakarta.

Bus-bus yang hendak memasuki Kota Yogyakarta khususnya kawasan Malioboro akan dialihkan melalui Blok O dan Gedongkuning.

"Di Janti kami juga sudah ada rambu tambahan, khususnya untuk bus itu wajib mengarahnya ke kiri. Nanti melalui Blok O, gedongkuning ke selatan lagi," jelas Alvian.

Adapun titik rawan kepadatan arus kendaraan yang masuk di Kota Yogyakarta antara lain simpang Kridosono, Jalan Pasar Kembang, Kawasan Nol Km Yogyakarta hingga simpang Gondomanan.

"Khusus di Jalan Pasar Kembang kami pastikan tidak ada parkir liar yang menggangu arus lalu lintas," tutup Alvian.

( tribunjogja.com/ han/ hda )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved