Aktivitas Gunung Merapi Jumat 13 Maret 2026: BPPTKG Catat Ada 6 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi teramati mengalami 6 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter, Jumat (13/3/2026)

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Dok.BPPTKG Yogyakarta
Aktivitas Gunung Merapi hari ini, Jumat (13/3/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 6 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Jumat (13/3/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Untuk pengamatan kegempaan, tercatat 23 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-31 mm dan lama gempa 28.25-144 detik.

Selain itu tercatat pula 19 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-21 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 14.97-57.07 detik.

Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 80 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 163.3 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi terlhat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Cuaca berawan hingga mendung dan angin tenang ke arah timur.

Dari sisi klimatologi, cuaca di kawasan puncak Merapi berawan.

Suhu udara sekitar 17.5-20.1°C. Kelembaban 77-88.1 persen. Tekanan udara 872.5-915.5 mmHg.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Jumat 13 Maret 2026: Potensi Cuaca Cerah hingga Hujan Ringan

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved