Arus Mudik 2026

Ramah bagi Pemudik, Puluhan Masjid di Sleman Bisa Jadi Tempat Lepas Lelah

Sebanyak 42 masjid di berbagai titik strategis telah disiagakan sebagai tempat istirahat atau rest area yang nyaman bagi para musafir.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribunjogja.com/Christi Mahatma
Foto dok. ilustrasi. Arus mudik lebaran di Tempel 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Sleman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H kini tak perlu risau mencari tempat melepas lelah.

Sebanyak 42 masjid di berbagai titik strategis telah disiagakan sebagai tempat istirahat atau rest area yang nyaman bagi para musafir.

Tujuan Masjid Ramah Pemudik 

Program Masjid Ramah Pemudik 1447 H ini merupakan hasil kolaborasi antara Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Sleman bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sleman.

Tujuannya adalah memastikan kebugaran pemudik agar perjalanan tetap aman hingga tujuan.

Plt. Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Sleman, Achmad Fauzi menjelaskan bahwa setiap masjid yang telah terdaftar program ini tidak hanya menyediakan tempat untuk beristirahat, tetapi juga logistik ringan bagi pengunjung.

"Setiap masjid telah menyediakan makanan dan minuman kecil yang bisa dikonsumsi oleh para pemudik," ujar Achmad, Rabu (11/3/2026).

Menurut dia, program ini kembali digulirkan setelah melihat keberhasilan inisiatif serupa pada masa mudik Natal dan Tahun Baru lalu. Sejalan dengan gagasan Kementerian Agama pusat, gerakan ini kini diperluas secara nasional. Artinya program ini bukan hanya di Sleman, tetapi juga dilaksanakan di kabupaten/kota di provinsi lain. 

Dalam pelaksanaannya, Kemenag berkoordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di setiap Kapanewon, sehingga masyarakat bisa tersosialisasi dengan baik. Masjid diarahkan bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga sebagai ruang yang berdaya dan berdampak. Unsur berdampak inilah yang kemudian diterjemahkan ke dalam program Masjid Ramah Pemudik.

"Istilahnya masjid untuk musafir. Musafir berarti orang yang dalam perjalanan secara terus menerus. Kemenag menggunakan istilah pemudik. Bukan hanya pemudik nataru atau lebaran, 
pemudik harian juga bisa," kata dia. 

Masjid strategis di jalur utama

Adapun pemilihan 42 masjid di Sleman dilakukan dengan memilih Masjid yang berada di lokasi strategis yakni berada di jalur utama, mulai dari jalan kabupaten, provinsi, hingga nasional. Lokasi dekat dengan akses jalan raya ini sengaja dipilih untuk memberikan kemudahan bagi para pemudik yang ingin singgah. Masjid-masjid tersebut saat ini tengah ditata guna memastikan kelayakan fasilitas sebagai tempat singgah.

 Ruang-ruang utama hingga fasilitas pendukung dibersihkan dan dirapikan secara menyeluruh. Kantor Kemenag Sleman juga mengimbau agar masjid-masjid ini dapat memberikan pelayanan selama 24 jam penuh. Namun demikian, kendali operasional sepenuhnya tetap berada di tangan pengurus masjid setempat. Hal ini memungkinkan setiap masjid untuk mengatur teknis layanan sesuai dengan ketersediaan sumber daya manusia masing-masing. Menurutnya cprogram Masjid Ramah Pemudik ini telah dibuka secara serentak oleh Kanwil Kemenag DIY di Berbah, Sleman

"Kami mempersilakan para pemudik, untuk memanfaatkan fasilitas istirahat di 42 masjid yang tersedia," jelas dia.

Dukungan operasional juga datang dari Baznas Sleman. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Sleman, Muhaimin, menyatakan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan berupa stimulan dana sebesar Rp1 juta bagi tiap masjid yang terlibat. Selain dana tersebut, Baznas juga memfasilitasi pembuatan spanduk identitas sebagai penanda bagi pemudik.

Terpisah, Kepala Biro Operasi Polda DIY Kombes Pol Rendra Radita Dewayana mengatakan, selain pengamanan kegiatan ibadah Idul Fitri, polisi juga fokus pengamanan arus mudik dan balik di libur lebaran. Ia mengimbau bagi pemudik yang lelah atau capek di perjalanan bisa beristirahat di tempat telah disediakan dari Pemda DIY maupun dari instansi terkait satu di antaranya program masjid ramah pemudik dari Kantor Kementerian Agama. 

"Sebagai informasi, Kantor Kemenag telah menyiapkan 150 masjid yang nantinya dipersiapkan memberikan pelayanan dan kenyamanan arus mudik (di DIY). Artinya, masjid dijadikan rest area. Pemudik muslim bisa beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya. Ada juga 30-45 gereja yang juga siap menjadi rest area," kata dia.(*). 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved