KONI DIY dan KONI Jawa Tengah Jajaki Kerja Sama Jadi Tuan Rumah Bersama PON XXIII 2032

KONI DIY dan Jateng bersepakat untuk segera menyusun prasyarat administratif dan teknis guna memenuhi standar pencalonan tuan rumah PON XXIII 2032

|
Tribun Jogja/Istimewa
PERTEMUAN - Ketua Umum KONI DIY KGPAA Paku Alam X (kiri) bersalaman dengan Ketua KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko seusai melakukan pertemuan di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Sabtu (7/3/2026) lalu. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan antara KONI DIY dan KONI Jateng untuk berkolaborasi mencalonkan diri sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032. Pemanfaatan venue pertandingan yang sudah tersedia di kedua provinsi menjadi kekuatan utama dalam pengusulan ini guna menciptakan efisiensi anggaran dan keberlanjutan fasilitas olahraga pasca-penyelenggaraan. 

Ringkasan Berita:
  • KONI DIY dan Jateng memulai langkah kolaboratif untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032
  • Ketum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, menyebut model tuan rumah bersama merupakan solusi konkret untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan
  • Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menegaskan bahwa keunggulan utama dari duet Jateng-DIY adalah kepemilikan venue atau lokasi pertandingan yang sudah memadai 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan KONI Jawa Tengah resmi memulai langkah kolaboratif untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032.

Kolaborasi dua provinsi ini dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan aksesibilitas yang matang sehingga diproyeksikan layak menyelenggarakan pesta olahraga multievent terbesar di Indonesia tersebut.

Rencana pengajuan tersebut dimatangkan dalam pertemuan antara pengurus KONI DIY dan KONI Jawa Tengah yang berlangsung di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Sabtu (7/3/2026) lalu.

Kedua belah pihak bersepakat untuk segera menyusun prasyarat administratif dan teknis guna memenuhi standar pencalonan tuan rumah.

Solusi Efektivitas

Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, menekankan bahwa model tuan rumah bersama merupakan solusi konkret untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan dan menjaga keberlanjutan fasilitas olahraga pasca-kejuaraan.

Menurutnya, distribusi beban kerja antardaerah akan mencegah pembangunan fasilitas yang berujung sia-sia.

"Kalau bisa, penyelenggaraan PON itu memang lebih baik keroyokan, misalnya 3-4 provinsi jadi tuan rumah sekali penyelenggaraan PON. Selain lebih efektif, jadinya tidak ngongso, yang ujung-ujungnya mubazir karena fasilitas yang jarang digunakan lagi setelah PON selesai," ujar Paku Alam X.

Sri Paduka yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur DIY ini menambahkan bahwa pola penyelenggaraan gabungan, seperti yang diterapkan pada PON Aceh-Sumut, terbukti mampu memperluas dampak positif bagi daerah.

"Daerah yang menjadi tuan rumah juga tidak perlu memaksakan diri. Kerjasama bisa dilakukan untuk saling berbagi. Dengan diselenggarakan oleh lebih banyak provinsi, kemaslahatan diadakannya PON pun dapat lebih luas," imbuh Sri Paduka.

Baca juga: Ansyari Lubis Andalkan Improvisasi Taktik di Enam Laga Pamungkas PSS Sleman

Venue Pertandingan Memadai

Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menegaskan bahwa keunggulan utama dari duet Jateng-DIY adalah kepemilikan venue atau lokasi pertandingan yang sudah memadai.

Hal ini diharapkan menjadi pertimbangan utama pemerintah pusat karena tidak memerlukan alokasi anggaran besar untuk pembangunan fisik dari nol.

"Venue jadi kekuatan kita karena kalaupun di-upgrade, tidak seberapa, karena memang tidak ada venue yang mangkrak selama ini. Apalagi kita tahu, untuk PON NTB-NTT saja, pusat sudah menegaskan tidak akan mengeluarkan biaya pembangunan venue, jadi kita prediksi kebijakan ini masih akan ada di 2032," papar Sujarwanto.

Selain kesiapan lokasi pertandingan, faktor konektivitas wilayah menjadi nilai tambah.

Terintegrasinya jalan tol yang menghubungkan Jawa Tengah dan Yogyakarta diyakini akan mempermudah mobilisasi atlet dan ofisial selama kompetisi berlangsung.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved