Kasus Campak di Yogyakarta

Awal 2026, Dinkes DIY Temukan 57 Kasus Campak

Dinas Kesehatan DIY mencatat 57 kasus positif campak hingga awal Maret 2026

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dr. Gregorius Anung Trihadi, M.PH. 

Anung mengungkapkan bahwa di beberapa wilayah masih ditemukan adanya kelompok-kelompok kecil masyarakat yang secara sadar menolak pemberian imunisasi.

Faktor keyakinan dan pandangan subjektif terhadap vaksin menjadi kendala utama bagi petugas kesehatan di lapangan.

"Meski demikian memang masih terdapat kelompok kecil yang menolak imunisasi di beberapa wilayah di DIY. Untuk mengatasi hal itu, kami melakukan pendekatan maupun advokasi kepada non-sektor kesehatan misal sektor pendidikan dan sektor keagamaan untuk membantu sesuai kewenangannya, namun masih ada yang tetap menolak karena keyakinannya," ungkapnya.

Langkah advokasi lintas sektor kini diperkuat dengan menggandeng pemangku kebijakan di bidang pendidikan dan tokoh agama.

Strategi ini diambil untuk memberikan edukasi yang lebih persuasif guna menyentuh aspek-aspek di luar medis yang selama ini menjadi alasan penolakan.

Pihak Dinas Kesehatan DIY kembali mengingatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan bahwa campak bukanlah penyakit ringan yang bisa diabaikan.

Sifat virusnya yang sangat infeksius membuat potensi ledakan kasus selalu mengintai jika edukasi tidak dilakukan secara konsisten.

"Masyarakat dan pemangku kepentingan perlu memahami bahwa penyakit campak merupakan penyakit yang cepat dan mudah menular. Dan dapat menimbulkan komplikasi yang cukup serius khususnya untuk anak balita, maka mengutamakan pencegahan paling efektif melalui imunisasi dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," tegas Anung.

Selain mengejar cakupan imunisasi pada kelompok rentan, masyarakat juga diimbau untuk kembali mendisiplinkan Pola Hidup Bersih dan Sehat sebagai benteng pertahanan tambahan dalam menghadapi ancaman penyakit menular di awal tahun 2026 ini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved