Aktivitas Gunung Merapi Jumat 6 Maret 2026: Berikut Hasil Pantauan BPPTKG Yogyakarta

Pada periode pengamatan Jumat (6/3/2026), Merapi tercatat 22 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-25 mm dan lama gempa 70.62-181.07 detik.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Travelkompas.com
Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPPTKG Yogyakarta merilis hasil pemantauan Gunung Merapi sepanjang periode pengamatan hari ini, Jumat (6/3/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Pada periode pengamatan tersebut tercatat 22 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-25 mm dan lama gempa 70.62-181.07 detik.

Selain itu, ada 20 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-36 mm, S-P 0.3-0.8 detik dan lama gempa 10.16-55.57 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi tertutup kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Dari sisi klimatologi, cuaca di kawasan puncak Merapi berawan, angin lemah ke arah timur.

Suhu udara sekitar 20.6°C. Kelembaban 91.3 persen. Tekanan udara 912.8 mmHg.

Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Jumat 6 Maret 2026: Ppotensi Hujan Merata di Seluruh Wilayah

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved