Pergerakan Tanah Terjadi di Sedayu Bantul, Satu Keluarga Pilih Mengungsi
Pergerakan tanah dilaporkan terjadi di area Perumahan Graha Sedayu Sejahtera Bantul dan berpotensi membahayakan warga
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pergerakan tanah dilaporkan terjadi di area Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul
- Kejadian itupun berpotensi membayakan warga, dan satu keluarga dikabarkan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
- Saat ini, warga menunggu tindak lanjut dari BPBD dan pihak berwenang terkait fenomena tersebut
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pergerakan tanah dilaporkan terjadi di area Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, baru-baru ini.
Kejadian itupun berpotensi membayakan warga di lingkungan sekitar.
Bahkan, satu keluarga dikabarkan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Nugroho (51), warga RT 28, Padukuhan Jambon, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, mengaku tidak mendengar suara gerakan tanah di dekatnya.
Ia baru mengetahui kejadian tersebut saat hendak keluar rumah.
"Saya enggak tahu, ini sebabnya apa. Kok tiba-tiba setelah hujan terus saya mau keluar rumah, Sabtu (28/3/2026) pagi, sudah ada kejadian ini (gerakan tanah dan beberapa tanah terlihat anjlok)," katanya, saat dijumpai awak media, Kamis (5/3/2026).
Terjadi Beberapa Kali
Nugroho langsung mengecek CCTV dan ternyata pergerakan tanah itu berlangsung saat hujan deras pada Jumat (27/2/2026) lalu sekitar pukul 20.00 WIB.
Kendati demikian, selama beberapa waktu terakhir di dekat rumahnya memang kerap terjadi gerakan tanah, namun dalam skala kecil.
"Tahun-tahun sebelumnya tanah pernah turun, tapi cuma sedikit. Tapi saat ini mendadak tanah turun sekitar 30 sentimeter. Terus akhir-akhir ini sekitar 60 sentimeter. Dan jalan di depan rumah saya ini sudah bolak-balik dibenerin sama warga setempat, tapi ternyata tanahnya turun terus," ucap dia.
Dampak kejadian tersebut, beberapa rumah, masjid, pendopo hingga tanah di lapangan voli menjadi retak.
Baca juga: Polisi Ringkus Dua Orang Terkait Kasus Pembunuhan di Sedayu Bantul, Satu Orang Jadi Tersangka
Satu Keluarga Mengungsi
Bahkan, satu keluarga mengungsi dikarenakan dinding hingga lantai rumahnya retak.
Keluarga itu telah mengungsi pasca hari kedua kejadian gerakan tanah dengan mengontrak rumah di Kapanewon Pajangan.
"Saya masih di sini karena memang tidak ada tempat lain dan saya kira situasi di rumah saya masih aman. Ya ada rasa khawatir dari keluarga, cuma kalau saya sendiri kemungkinan tidak ada masalah sih. Ya semoga aman-aman saja. Dan di rumah saya ada lima orang. Ada saya, istri, dan tiga anak," tutur Nugroho.
Ditambahkan, terdapat satu rumah warga yang dirobohkan sekitar tiga bulan terakhir.
Pasalnya, sejak beberapa waktu lalu terdapat retakan tanah dan mengakibatkan satu rumah di depan Nugroho rusak.
Rumah yang dirobohkan itu sudah cukup lama tidak dihuni.
"Terus satu rumah dekat masjid ada rumah yang rusak juga karena retakan. Tapi karena tempat kerja dia jauh, jadi yang punya hanya datang seminggu sekali. Sebenarnya ditempati karena tempat kerja jauh, jadi tinggal di dekat tempat kerja," jelas dia.
Menunggu Tindak Lanjut
Pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepada pihak developer dan diteruskan ke sejumlah pihak termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul.
Katanya, pihak BPBD Bantul telah melakukan assesment dan menutup retakan tanah dengan terpal.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Hertanto, berujar, sudah melakukan konfirmasi terhadap sejumlah pihak termasuk dukuh hingga BPBD setempat.
Pihaknya pun masih menunggu konfirmasi dari pihak terkait untuk melakukan tindak lanjut.
"Untuk rumah terdampak nanti (dapat kompensasi atau tidak), saya belum tahu. Karena saya akan laporan dulu ke kantor dan tanya ke kantor untuk tindak lanjutnya," tutup dia. (*)
| Kisah Pensiunan Perhutani di Bantul Berhasil Produksi Minyak Sereh, Berdayakan Ratusan Petani |
|
|---|
| Wacana MBG Dialihkan untuk Anak Kurang Gizi, Warga Bantul Setuju: Tapi Jangan Asal-asalan |
|
|---|
| Buntut Keracunan Massal di SMPN 3 Jetis Bantul, BGN DIY Hentikan Sementara Operasional SPPG |
|
|---|
| Sekda DIY Peringatkan Pelaksana Program MBG di Lapangan: Jangan Rusak Upaya Mitigasi Stunting |
|
|---|
| Tiga Tersangka Penyalahgunaan Narkotika Dibekuk Polisi, Sembunyikan 1.450 Pil Sapi di Kardus HP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tanah-bergerak-di-Perumahan-Graha-Sedayu-Bantul.jpg)