Pemda DIY Akan Cari Solusi Dampak Konflik AS-Israel vs Iran terhadap Jemaah Umrah dan Haji
Pemda DIY segera berkoordinasi merespons dampak situasi geopolitik global di Timur Tengah yang mulai memengaruhi kelancaran ibadah umrah
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Pemda DIY segera melakukan koordinasi lintas sektoral guna merespons dampak situasi geopolitik global di Timur Tengah yang mulai memengaruhi kelancaran ibadah umrah dan persiapan haji.
- Selain memantau jadwal kepulangan jemaah, pemerintah juga tengah menanti data pasti terkait warga DIY yang tertahan di Arab Saudi.
- Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyatakan bahwa langkah sinkronisasi data menjadi prioritas utama saat ini.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera melakukan koordinasi lintas sektoral guna merespons dampak situasi geopolitik global di Timur Tengah yang mulai memengaruhi kelancaran ibadah umrah dan persiapan haji.
Selain memantau jadwal kepulangan jemaah, pemerintah juga tengah menanti data pasti terkait warga DIY yang tertahan di Arab Saudi.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyatakan bahwa langkah sinkronisasi data menjadi prioritas utama saat ini.
Hal ini menyusul adanya laporan mengenai kendala operasional di bandara yang menghambat kepulangan jemaah.
Pemerintah daerah saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah DIY.
Butuh penanganan khusus
Sebagaimana diketahui, eskalasi situasi di Jazirah Arab akibat dampak perang Iran kontra AS-Israel menuntut penanganan yang lebih spesifik, terutama bagi jemaah yang saat ini masih berada di Tanah Suci.
"Mengenai informasi dari Kementerian Haji dan Umrah (Arab Saudi) terkait dampak perang, kami juga baru akan melakukan koordinasi besok. Termasuk persiapan untuk ibadah haji, sekalian nanti kita bahas. Kita perlu data yang lebih pasti dari Kanwil (Kantor Wilayah) Kementerian Haji dan Umrah," ujar Ni Made, Selasa (3/3).
Persoalan utama yang menjadi perhatian adalah kesejahteraan jemaah yang mengalami keterlambatan kepulangan.
Ni Made menyoroti adanya risiko pembengkakan biaya hidup jika para jemaah terpaksa memperpanjang masa tinggal (extend) akibat situasi saat ini.
"Kita belum tahu pasti berapa jumlah warga yang saat ini terjebak di sana dan tidak bisa pulang. Kami belum mendapatkan angka pastinya," lanjut Ni Made.
"Semoga segera ada solusi karena kasihan mereka yang sekarang di bandara. Jika mereka harus menambah waktu tinggal (extend), biaya hidupnya tentu akan bertambah.
Tahapan sesuai jadwal
Terkait penyelenggaraan ibadah haji, Pemda DIY sejauh ini menilai tahapan persiapan masih berjalan sesuai jadwal atau normal.
Kendati demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat lokasi pelaksanaan haji dan umrah berada di wilayah yang sama, yakni Makkah dan Madinah.
Selain jemaah, Pemda DIY juga akan menelusuri data warga DIY yang bekerja di Arab Saudi untuk memastikan keselamatan mereka.
| Akankah Meja Perundingan Mengakhiri Perang Iran-AS yang Membara? |
|
|---|
| Sejarah Geger Sapehi 1812 : Meriam-meriam Inggris Tembus Benteng Lor Wetan Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| Pakar UGM Sebut War Tiket Haji Tidak Bisa Langsung Dilakukan, Tunggu Antrean Selesai |
|
|---|
| Amphuri DIY Ungkap Sederet Kekhawatiran soal Wacana War Tiket Haji |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Kalah, Van Gastel: Ajaib, Kami Lebih Baik tapi Sepak Bola Kadang Tidak Adil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ni-Made-Dwipanti-Indrayanti-dilantik-jadi-kepala-Bappeda-DIY.jpg)