Warga Kulon Progo Keluhkan Harga Bahan Pokok Serba Naik Menjelang Lebaran
Operasi Pasar (OP) Pasar Murah di Kulon Progo mulai dilaksanakan pekan ini sampai 14 Maret 2026 mendatang.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah komoditas bahan pokok di Kulon Progo mulai mengalami kenaikan jelang Lebaran Idul Fitri 2026
- Dinas Perdagangan (Disdag) Kulon Progo menggelar Operasi Pasar (OP) Pasar Murah mulai pekan ini hingga 14 Maret 2026 mendatang
- Ada lima komoditas bapok yang mendapat subsidi harga dari Disdag, sehingga harganya pun menjadi lebih murah
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Warga Kulon Progo mulai bersiap menyambut Idulfitri 1447 Hijriah yang semakin dekat.
Salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan bahan pokok (bapok) agar mencukupi untuk Idulfitri atau Lebaran.
Namun persiapan itu juga dihadapi dengan tantangan naiknya harga sejumlah komoditas bapok.
Warga pun mengeluhkan kondisi tersebut.
Ina salah satunya, ibu rumah tangga asal Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo.
Ia merasa saat ini harga bapok di pasaran jadi lebih mahal.
"Bagaimana ya, saat ini semua bahan harganya lagi melambung," kata Ina ditemui pada Senin (02/03/2026) lalu.
Menurutnya, naiknya harga bahan pokok tak sebanding dengan penghasilan saat ini.
Selain stagnan, ia merasa kondisi sekarang lebih susah untuk mendapatkan penghasilan lebih.
Meski begitu, Ina tetap berupaya agar kebutuhan Lebaran nanti bisa terpenuhi.
Pasar Murah
Salah satunya membeli bapok di Operasi Pasar (OP) Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kulon Progo.
Ia pun rela ikut mengantre cukup lama demi bisa mendapatkan komoditas bapok yang dibutuhkan, sebab harganya lebih murah dari pasar. Setelah membeli kebutuhannya, Ina pun merasa lega.
"Ini saya beli minyak goreng sama tepung terigu, buat sehari-hari sama persiapan Lebaran," ujarnya.
Lasmi, warga Kalurahan Tuksono, Sentolo juga mengeluhkan hal serupa. Ia menyebut harga telur ayam di pasar saat ini menembus kisaran harga Rp 30 ribu per kilogram (kg).
| Pemkab Kulon Progo Belum Tentukan Skema WFH, Terkendala Atur Presensi Hingga Kinerja |
|
|---|
| Lima Kalurahan di Kulon Progo Dikukuhkan Sebagai Desa Binaan Imigrasi, Cegah TPPO dan TPPM |
|
|---|
| Tanah Milik Warga Galur Kulon Progo Diklaim Anak Pemilik Lama, Kini Diminta Kosongkan Lahan |
|
|---|
| DPRD Kulon Progo Berikan 46 Poin Rekomendasi Sebagai Respon Atas LKPJ Bupati 2025 |
|
|---|
| Dana Transfer Turun, Kulon Progo dan Gunungkidul Kelimpungan Susun RAPBD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Harga-bahan-pokok-di-Kulon-Progo-naik-jelang-Lebaran-2026.jpg)