Berita Kriminal

Prevalensi Peredaran Narkotika di DIY, 70 Persen Pengguna Psikotropika dan Obat G

Harga pil koplo jenis yarindo dan sejenisnya yang murah menjadikan peredaran obat-obatan jenis ini marak dijumpai di DIY.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja.com/IST/KOMPAS.COM/HANDOUT
ILUSTRASI - Narkoba 

TRIBUNJOGJ.COM, YOGYA - Prevalensi peredaran narkoba di DIY mengalami perbedaan dari wilayah lan.

Sebanyak 70 persen pengguna narkoba di DIY merupakan pecandu psikotropika dan obat-obatan golongan G alias pil koplo, dan 30 persennya merupakan pengguna ekstasi, sabu, ganja dan lainnya.

Data ini didukung dari hasil operasi Badan Narkotika Nasioal Provinsi (BNNP) DIY yang mengungkap fakta peredaran pil koplo lebih banyak dibanding penggunaan narkoba jenis lain.

“Yang jelas peredaran narkoba di Jogja 70 persen pengguna psikotropika, 30 persen adalah pengguna ekstasi sabu ganja,” kata Kabid Pemberantasan BNNP DIY, Trisaksono Puspo Adji, saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).

Baca juga: Pengedar Narkotika Lintas Provinsi Diringkus di Sleman, BNNP DIY Sita Ganja Seberat 2,71 Kilogram

Dia menyampaikan, harga pil koplo jenis yarindo dan sejenisnya yang murah menjadikan peredaran obat-obatan jenis ini marak dijumpai di DIY.

Para pengguna psikotropika ini rata-rata menggunakan 5 hingga 10 butir.

Dengan harga yang terjangkau yakni 20 butir senilai Rp20 ribu, maka banyak kalangan muda yang mengkonsumi obat jenis ini.

“Tapi masalahnya kalau mereka sudah cukup uang dikhawatirkan akan beli jenis lain, sabu sinte dan lain-lain. Masalah awal obat-obatan G terus bisa ke mana mana. DIY memiliki gambaran prevalensi berbeda dari daerah lain. Ini yang musti kita cegah,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved