Ramadan 2026

Cara Tukar Uang Baru BI untuk THR Idul Fitri 2026

Berikut dua cara menukar uang di Bank Indonesia (BI) untuk keperluan tunjangan hari raya (THR) Lebaran Idul Fitri 2026.

|
Tribun Jogja/Hanif Suryo
TUKAR UANG BARU - Warga menunjukkan uang pecahan baru yang diperoleh melalui layanan penukaran program Serambi (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) di kawasan Kauman, Yogyakarta, Senin (23/2/2026). 

Serambi, telah dibuka untuk pertama kalinya dengan mengalokasikan kuota harian yang terukur untuk menjaga stabilitas ketersediaan uang tunai. 

Menurut Kepala BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, integrasi sistem digital ini didesain semata-mata untuk memfasilitasi kebutuhan kultural masyarakat menjelang hari raya.

"Jadi ini hari pertama ya, untuk Serambi. Kita di Kauman ini ada 300 paket, ya," kata Sri Darmadi.

"Jadi pada saat ini kita sudah melihat beberapa masyarakat yang telah menggunakan aplikasi PINTAR dalam rangka melakukan penukaran untuk menyambut hari besar keagamaan Idulfitri. 

"Jadi ini tentu dalam rangka memberikan kemudahan melayani masyarakat menukarkan uang, di mana biasanya tentu masyarakat pada saat hari Lebaran nanti akan memberikan uang ini kepada sanak saudara.

Terkait jaminan ketersediaan pasokan selama periode layanan berlangsung, ia menambahkan: 

"Ya, selama periode penukaran kita akan menyiapkan sesuai paket dan dengan rincian yang saya kira nanti di rilis kita kemarin sudah kita sampaikan ke teman-teman ya, detailnya, ya. Nanti bisa dilihat di sana."

Namun, di tingkat akar rumput, tingginya animo masyarakat berbanding lurus dengan tantangan dalam mengakses platform pendaftaran daring. 

Keterbatasan kuota membuat warga harus bersaing cepat mendapatkan slot penukaran. 

Yuni, warga asal Pleret, Bantul, menceritakan motivasinya untuk menukar uang lebih awal didasari oleh pengalaman pada tahun sebelumnya terkait kapasitas server. 

"Ya, soalnya tahun-tahun sebelumnya itu lumayan susah ya nge-war-nya itu," ungkapnya. 

“Entah itu website-nya down, makanya ini pas periode pertama dibuka, saya langsung nge-war. 

“Walaupun memang susah juga, cuma ini dapat juga akhirnya. Jadi mending di awal sih, daripada nanti mendekati mepet-mepet malah enggak kebagian gitu.

Proses pendaftaran tersebut menuntut tingkat kesabaran ekstra karena sistem memberlakukan antrean virtual yang rentan fluktuatif. 

"Itu antre dulu. Jadi kita antre dulu, buat memesannya itu antre dulu. Pokoknya antreannya itu kadang di-refresh aja balik lagi ke awal lagi. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved