Viral Menu MBG Ramadan di Yogyakarta Mirip Snack Rapat, Ini Tanggapan Sekda DIY

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di DIY selama bulan Ramadan memunculkan diskursus publik terkait standar gizi.

Tayang:
Tribun Jogja/IST
VIRAL MBG RAMADAN - Paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan kepada siswa di Daerah Istimewa Yogyakarta saat bulan Ramadan, Senin (23/2). Menu yang disesuaikan menjadi penganan kering seperti telur rebus, buah, onde-onde, roti, susu, gorengan, dan keripik tempe menuai sorotan publik. 

Langkah ini diperlukan untuk mengetahui apakah menu tersebut merupakan inisiatif sepihak dari SPPG atau telah melalui persetujuan sekolah.

"Kita juga akan konfirmasi juga, ini kan dulu sudah ada itu perjanjiannya, jadi daftar menu itu sudah diinformasikan ke sekolah juga," jelasnya. 

"Jadi apakah ini tanpa pengetahuan sekolah atau sudah sepengetahuan sekolah gitu lho, menu MBG-nya itu. Itu kan harus diverifikasi dulu sebelum kita kemudian melihat sesuatu ini harus diambil kebijakan seperti apa.

Tantangan pemenuhan SLHS

Satgas MBG DIY juga tengah menghadapi tantangan lainnya terkait pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh SPPG.

Aspek sanitasi ini krusial untuk mencegah berulangnya insiden kesehatan, seperti keracunan makanan di masa lalu. Namun, kepatuhan SPPG dalam mengurus sertifikasi ini masih tergolong rendah.

"Pertama kita bicara masalah progres terkait dengan standar sanitasi layak itu. Tapi ternyata kan tidak bisa semua memenuhi itu. Masih persentasenya sangat sedikit sekali untuk sertifikat SLHS," ungkap Ni Made.

Ia mengakui bahwa akselerasi kepemilikan SLHS berjalan lamban dan menjadi salah satu bahan evaluasi utama pemerintah daerah.

"Itu kayaknya majunya juga nggak terlalu cepat ya. Itu sedikit, masih nggak tahu itu kesulitannya di mana. Saya juga nggak tahu itu, apakah mereka menganggap itu tidak terlalu penting atau gimana ya. Apa ya, progresnya itu nggak signifikan gitu lho."

Situasi ini menempatkan Pemda DIY pada posisi yang menuntut evaluasi berlapis.

Di satu sisi, pemerintah daerah harus memantau mitigasi risiko higiene. Di sisi lain, momentum Ramadan memunculkan variabel baru terkait modifikasi menu.

"Kalau evaluasi kan tetap kita lakukan. Cuman kan tidak seperti dulu lagi berkala yang setiap seminggu sekali karena terjadi, ya mudah-mudahan tidak lagi ya keracunan itu," tuturnya. 

"Sekarang kan isunya menjadi berbeda ketika ini masuk bulan puasa, dari sisi jenis makanannya ini yang seperti apa.

Mengapa MBG tetap jalan saat Ramadan?

Sebelumnya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DI Yogyakarta memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. 

Mengacu pada regulasi terbaru, distribusi makanan akan disesuaikan dalam bentuk kemasan sehat yang memungkinkan sekolah mengemasnya sebagai sarana buka puasa para siswa.    

Kepala Disdikpora DIY, Suhirman menyatakan bahwa skenario penyaluran MBG selama bulan puasa mengalami penyesuaian teknis di lapangan. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved