Fakta-fakta dan Kronologi Ledakan Kembang Api yang Hanguskan Satu Rumah di Blimbingsari Sleman

Satu rumah di Padukuhan Blimbingsari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, hangus terbakar

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Kolase foto Istimewa dan dok Tribun Jogja
KEBAKARAN: Petugas pemadam berjibaku memadamkan api di sebuah rumah penuh petasan yang terbakar pada Sabtu (21/2/2026) petang. 

Ringkasan Berita:
  • Ledakan beruntun kembang api menghanguskan satu rumah di Blimbingsari, Sleman, Sabtu (21/2/2026).
  • Dugaan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik yang menyambar tumpukan petasan siap edar di dalam rumah, sehingga memicu rentetan ledakan yang menghanguskan bangunan.
  • Saat terjadi kebakaran, rumah dalam kondisi kosong dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Satu rumah di Padukuhan Blimbingsari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, hangus terbakar pada Sabtu (21/2/2026) sore. 

Kebakaran disebut-sebut akibat ledakan beruntun kembang api yang terdapat di rumah tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada sore hari menjelang petang, saat sebagian besar warga sedang beraktivitas di sekitar rumah.

Ledakan yang terjadi secara beruntun memicu kepanikan warga setempat sebelum akhirnya api membesar dan melahap bangunan beserta isinya.

Berikut sejumlah fakta dan kronologi peristiwa tersebut.

Awal Mula Ledakan

Dukuh Blimbingsari, Robet Purnomo, yang kediamannya hanya berjarak empat rumah dari lokasi kejadian, menuturkan bahwa tanda-tanda kebakaran bermula dari suara ledakan yang janggal.

"Tadi sekitar jam 5 kurang 10 menit, terdengar suara petasan dari arah rumah di sebelah barat saya. Rumah saya (jaraknya) empat rumah dari posisi TKP (Tempat Kejadian Perkara). Saya mendekat, ternyata suara petasan atau kembang api itu sudah saling bersahutan," tutur Robet.

Menyadari bahaya yang mengancam, warga setempat sempat melakukan upaya pemadaman mandiri secara sporadis.

Keterbatasan alat tidak menyurutkan langkah warga, meski pada akhirnya api membesar di luar kendali.

"Saya bersama teman-teman tadi terus langsung mencoba untuk memadamkan. Ada yang pakai air, terus saya juga bawa APAR untuk saya semprot, tapi tidak tertolong karena apinya semakin membesar terus. Nah, terus dari teman-teman akhirnya menggunakan peralatan seadanya. Ada yang bawa ember, ada yang bawa keset basah. Lalu satu teman lagi dari perangkat desa akhirnya berkoordinasi dengan pihak Damkar dari UGM," jelasnya.

Baca juga: Kesaksian Pak Dukuh soal Ledakan Beruntun Bikin Panik Warga Blimbing Sari, 1 Rumah di Sleman Hangus

Rumah Ludes Terbakar

Akibat ledakan dan kobaran api, bangunan beserta seluruh aset di dalamnya ludes tak bersisa.

"Posisi api membakar satu rumah, dan di dalamnya tadi ada beberapa alat rumah tangga juga, ya. Di situ ada gas, ada tabung gas, ada burung, semuanya ludes. Satu rumah milik YBS (Yang Bersangkutan) rata dengan api," tambahnya.

Respons cepat dari elemen masyarakat dan institusi penanggulangan bencana menjadi kunci mencegah api merembet ke bangunan lain di kawasan yang cukup padat tersebut.

Robet menyebut inisiatif tokoh masyarakat, seperti Takmir Masjid setempat, sangat krusial dalam rantai komando darurat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved