Mahasiswa UMY Senang Dapat Takjil Gratis dari Kampus, Tekan Pengeluaran saat Ramadan

Para mahasiswa mengantre untuk mendapatkan takjil dari kampus. Icha, merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang ikut mengantre takjil.

Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
ANTRE: Mahasiswa UMY mengantre takjil gratis dari kampus di depan Sportorium UMY, Kamis (19/2/2026). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kendaraan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengular di area Sportorium UMY, Rabu (19/2/2026). Mulai pukul 15.00, mahasiswa mulai mengantre dengan tertib.

Para mahasiswa tersebut mengantre untuk mendapatkan takjil dari kampus. Icha, merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang ikut mengantre takjil. Sejak program takjil gratis dilaksanakan, ia rutin mengantre lebih awal.

Tekan pengeluaran anak kos

Sebagai anak kos, program takjil gratis dari kampus dapat menekan pengeluarannya selama Ramadan.

"Tiap tahun ikut, datang awal dan menunggu, biasanya setelah asar, sekitar setengah 4 (15.30). Bisa menghemat sebagai anak kos," katanya, Rabu (19/2/2026).

Selain menghemat, menu yang diberikan juga variatif.

"Menunya ganti-ganti setiap hari, ada ayam, ada beef (daging sapi)," sambungnya.

Senada dengan Icha, Lailia menyebut program takjil gratis dapat membantu mahasiswa yang belum sempat membeli makanan. Ia pun berharap program tersebut berjalan setiap Ramadan.

“Harapannya tentu tetap berjalan setiap Ramadan karena program ini sangat baik. Selain membantu mahasiswa yang mungkin belum sempat membeli makanan, ini juga menjadi bentuk kepedulian kampus,” ujarnya.

Kampus Sediakan 4.000 porsi per hari 

Terpisah, Rektor UMY, Achmad Nurmandi menerangkan pembagian takjil gratis dimulai pada Rabu (18/2/) kemarin. Kampus menyediakan sekitar 4.000 porsi per hari dan berlangsung selama 20 hari.

Takjil didistribusikan melalui dua skema, yakni drive thru di Selasar Gedung Ar Fachruddin A serta pembagian langsung di Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Kampus Terpadu UMY.

“Program ini dijalankan setiap hari selama kurang lebih 20 hari. Biasanya memasuki 10 hari terakhir, sebagian mahasiswa sudah mulai mudik sehingga pada hari ke-15 dan seterusnya jumlah penerima cenderung menurun. Rata-rata pelaksanaan efektif pada 20 hari awal Ramadan karena saat itu mahasiswa masih aktif berkuliah dan beraktivitas di kampus,” terangnya.

Ia pun menekankan kualitas menu yang dibagikan kepada mahasiswa. Makanan yang dibagikan tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga memperhatikan keseimbangan gizi, seperti protein, vitamin, karbohidrat, serta unsur nutrisi lainnya.

“Menunya kami upayakan bergizi seimbang. Ada protein, sayur-mayur, dan vitamin. Sumber protein juga diperhatikan, baik hewani maupun nabati. Jadi mahasiswa tidak hanya sekadar berbuka, tetapi juga mendapatkan asupan yang sehat setelah seharian berpuasa,” imbuhnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved