Respons Ketua BEM UGM soal Akun Wakil Kepala BGN Komentari Video Kritik MBG dengan Emoji Monyet
Tiyo menyebut bahwa kritik yang ia sampaikan ditujukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebijakan publik.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto merilis pernyataan berjudul “Emoji Monyet”, setelah akun terverivikasi sonysonjayabd mengomentari video kritiknya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan emoji monyet.
Polemik bermula dari sebuah video yang menampilkan kritik Tiyo terhadap program MBG.
Dalam video tersebut, Tiyo menyampaikan pandangannya mengenai kebijakan yang dijalankan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional.
Emoji monyet
Video itu kemudian mendapat respons langsung dari akun Instagram terverifikasi milik Sony Sonjaya.
Dalam kolom komentar, akun tersebut menuliskan:
“BODO ??? Telah memberi makan kepada 60 juta Balita, Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan peserta didik, telah menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja, telah menyerap hasil tani, hasil kebun, hasil budidaya ikan, hasil ternak……lah… yg orasi telah menghasilkan apa ? ? …. jadine”
Tak lama setelah komentar itu, akun yang sama juga membalas dengan emoji monyet.
Tanggapan Tiyo
Respons tersebut kemudian ditanggapi Tiyo melalui pernyataan tertulis. Dalam pembuka pernyataannya, ia menulis:
“Ketika kritik yang lahir karena cinta pada Bangsa dibalas dengan emoji monyet, yang sebenarnya dipertaruhkan bukan martabat pengkritik, tetapi kedewasaan penguasa dalam menerima pikiran yang berbeda tanpa pernah merasa terancam.”
Tiyo menyebut bahwa kritik yang ia sampaikan ditujukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebijakan publik. Ia juga menyinggung penggunaan emoji monyet yang menurutnya memiliki makna simbolik.
“Manusia dan monyet itu sejatinya satu keluarga primata. Yang berbeda, monyet tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai makhluk paling mulia. Tapi, buktinya justru monyet tidak pernah korupsi, tidak menindas saudaranya, dan tidak menjilat demi dapat pangkat,” tulis Tiyo.
Tiyo mengaitkan polemik tersebut dengan isu integritas dalam pengelolaan kebijakan gizi.
“Yang paling penting: monyet tidak menjadi bagian dari mereka yang bermulia-mulia menarasikan pentingnya gizi, tapi diam-diam menjadikan gizi kedok maling.”
“Maka, rasanya emoji monyet dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI itu lebih terasa sebagai pujian ketimbang hinaan. Terima kasih, Irjen Pol. Sony Sanjaya,” sambungnya.
Adapun dalam unggahan di Instragram pribadi milik Tiyo, turut menyertakan informasi yang tercantum dalam profil publiknya, Irjen Pol. Sony Sonjaya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi. Ia lahir di Bandung pada 20 Oktober 1967 dan menempuh pendidikan kedinasan di Akademi Kepolisian (AKABRI). Dalam perjalanan kariernya, ia juga mengikuti Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan (SESPIM), serta Lemhannas RI.
Akun Instagram terverifikasi miliknya mencantumkan keterangan sebagai akun resmi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
| UNY Siap Kelola SPPG Jika Diberi Amanah, Ini Alasan Rektor |
|
|---|
| Dari 113 Satuan Pelayanan Gizi yang Beroperasi di Bantul, Hanya 11 Memiliki Izin NIB yang Lengkap |
|
|---|
| MBG di Klaten Dievaluasi, Bupati Hamenang Soroti Pengawasan SPPG |
|
|---|
| Program MBG Dinilai Masih Banyak Kelemahannya, DPR RI Suarakan Audit Nasional |
|
|---|
| Rektor UII Tak Setuju Kampus jadi Pengelola Dapur MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/foto-ketua-BEM-UGM.jpg)