Jamin Ramadan Aman, Polisi Tingkatkan Patroli Titik Rawan di Sleman

Cara bertindaknya dengan penempatan anggota maupun mobiling, baik anggota berpakaian dinas ataupun preman di tempat- tempat rawan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Humas Polda DIY
Foto dok ilustrasi Polda DIY 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jajaran Polresta Sleman mempertebal pengamanan dengan menambah personel di titik-titik rawan demi memastikan suasana bulan Ramadan 1447 Hijriyah di Bumi Sembada tetap kondusif dan bebas dari gangguan keamanan. Lokasi yang dianggap rawan telah dipetakan. 

Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto mengatakan selama Ramadan pihaknya bersama Polsek jajaran melakukan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) melalui kegiatan preemtif dan preventif untuk mencegah kerawanan yang muncul baik siang maupun malam hari.

Pantau sepanjang ringroad utara

Cara bertindaknya dengan penempatan anggota maupun mobiling, baik anggota berpakaian dinas ataupun preman di tempat- tempat rawan. Ia memastikan ada penebalan atau penambahan personel. 

"Titik strong point malam hari di sepanjang Ringroad Utara dari simpang Maguwo sampai dengan simpang Pelem Gurih dan seputaran Denggung," kata Masnoto, Selasa (17/2/2026). 

Di tingkat kepolisian sektor (Polsek) juga melakukan hal yang sama. Polsek menempatkan personel dan mobiling disesuaikan dengan titik rawan di wilayah masing-masing.

Rawan macet dan laka

Terkait kerawanan, Masnoto menilai ada beberapa kerawanan yang diwaspadai polisi selama bulan puasa. 

Kerawanan pertama adalah kemacetan, terutama di tempat perbelanjaan seperti mal ataupun pasar tradisional serta pasar dadakan sore yang menyediakan makanan atau jajanan buka puasa.

Kedua kecelakaan lalu-lintas. Hal ini karena mobilitas masyarakat meningkat saat ramadan. Kecelakaan juga meningkat karena menjelang buka puasa, menjelang saur dan setelah subuh, seringkali digunakan untuk balap liar.  

"Pencurian juga masuk kerawanan yang kami antisipasi. Baik (pencurian) di rumah karena ditinggal pergi ibadah, maupun pencurian di pasar dan tempat perbelanjaan," katanya.

Perang sarung dan kejahatan jalanan

Jika berkaca dari tahun sebelumnya, bulan Ramadhan juga sering dimanfaatkan para remaja untuk perkelahian perang sarung.

Masnoto mengatakan, perang sarung dan kejahatan jalanan masuk kerawanan yang telah diantisipasi dengan patroli rutin di waktu-waktu tertentu menjelang sahur dan setelah subuh.

Termasuk petasan yang dibunyikan oleh para remaja, yang dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat beribadah dan berbahaya karena bisa terkena ledakan.

Hubungi call center polri 110

"Masyarakat diharapkan bisa menghubungi call center 110, layanan Polri gratis bila ada informasi atau peristiwa atau kejadian sehingga dapat direspons cepat oleh pelayanan Polri. Masyarakat juga diharapkan bisa meningkatkan keselamatan, keamanan bagi diri sendiri dan lingkungannya selama ramadhan," kata Mantan Kapolsek Depok Timur itu. 

Patroli selama bulan Ramadan di Kabupaten Sleman, bukan hanya dilakukan pihak Kepolisian melainkan juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) sebagai bagian dari upaya menjaga ketentraman dan ketertiban umum (tantribum).

Satpol PP Sleman

Kasat Pol-PP Sleman, Indra Darmawan mengatakan patroli selama bulan Ramadan akan dilaksanakan rutin dengan sistem sehari tiga sift. Masing-masing sift menerjunkan anggota sekira 6-7 anggota. 

"Mereka mobile. Sasarannya adalah titik-titik yang kami anggap potensial untuk potensi kerawanan," kata Indra.

Soal antisipasi perang sarung, Indra mengaku akan bekerjasama dengan pihak Kepolisian dalam hal ini Polresta Sleman. Kendati demikian, pihaknya mengaku akan berhati-hati, agar peristiwa yang terjadi di Kebumen, anggota Satpolpp meninggal saat mengamankan ODGJ tidak terulang di kabupaten Sleman. Pihaknya mengaku bekerja sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2020 tentang  Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Pelindungan Masyarakat

"Kalau sudah lebih dari itu, pastinya bukan tugas kami lagi, apalagi kaitannya dengan kriminal, kalau sudah sampai membawa sajam itu kan tetap kriminal,"kata dia.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved