Menikmati Wajah Baru Pantai Sepanjang: Mirip Pantai Jimbaran di Bali, Bebas Sekat dan Kaveling
Bentangan pasir di Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul, kini tampil dengan wajah baru yang lebih tertata dan lapang.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Hadi, seorang pegawai swasta asal Solo, mengaku terkejut melihat perubahan drastis di Pantai Sepanjang.
- Bentangan pasir di Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul, kini tampil dengan wajah baru yang lebih tertata dan lapang.
- Destinasi wisata yang dulunya lekat dengan kepadatan lapak kini diubah menjadi kawasan unggulan yang pesonanya menyerupai Pantai Jimbaran di Bali.
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNG KIDUL - Bentangan pasir di Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul, kini tampil dengan wajah baru yang lebih tertata dan lapang.
Destinasi wisata yang dulunya lekat dengan kepadatan lapak kini diubah menjadi kawasan unggulan yang pesonanya menyerupai Pantai Jimbaran di Bali.
Perubahan paling mencolok terlihat dari hilangnya sekat-sekat visual di bibir pantai.
Tidak ada lagi kios yang menutupi pemandangan laut lepas. Langkah tegas diambil pengelola dengan melarang pedagang melakukan pengaplingan lahan menggunakan payung atau tikar permanen.
Aturan yang lebih tertib ini memastikan wisatawan dapat menikmati pemandangan laut dan hamparan pasir putih secara leluasa, tanpa merasa terkotak-kotak oleh kepentingan komersial.
Transformasi fisik dan kebijakan ini langsung disambut hangat oleh para pelancong, terutama mereka yang pernah merasakan kondisi pantai di masa lalu.
Bikin pangling
Hadi (45), seorang pegawai swasta asal Solo, mengaku terkejut melihat perubahan drastis di Pantai Sepanjang.
”Jujur, saya pangling banget pas sampai sini lagi. Dulu kalau ke Sepanjang rasanya sumpek, mau lihat laut saja terhalang payung-payung sewaan dan lapak pedagang yang berebut lahan. Tapi sekarang? Wah, rasanya 'plong' banget. Pemandangannya jadi luas, bersih, dan benar-benar kerasa healing-nya karena nggak ada lagi sekat-sekat tikar yang bikin sempit,” tutur Hadi, Senin (16/2/2026).
"Keputusan menata ulang pedagang ini jempolan, kita jadi bisa menikmati pasir putihnya dengan leluasa. Semoga pantai lain di Gunungkidul segera mencontoh ini.
Kesan serupa juga ditangkap oleh wisatawan generasi Z yang kerap menjadikan estetika visual sebagai rujukan berlibur.
Sesuai realita
Kansa (22), seorang mahasiswi asal Bantul, merasa wajah baru pantai ini membuktikan bahwa realita di lapangan sejalan dengan apa yang ramai diperbincangkan di media sosial.
”Awalnya aku skeptis lihat video viral di TikTok yang bilang ini 'Jimbaran-nya Jogja', kirain cuma angle kamera aja. Ternyata aslinya emang secantik itu!” ungkap Kansa
"Yang paling aku suka itu kerapiannya. Karena nggak ada gubuk-gubuk liar di bibir pantai, vibes-nya jadi premium dan estetik banget buat foto-foto.
"Senang juga lihat ada tanaman pandan yang mulai ditata, jadi nggak gersang tapi tetap natural. Bakal balik lagi sih ini pasti.
| Update Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Sabtu 9 Mei 2026 Pukul 18.00 WIB |
|
|---|
| Final PSS Sleman vs Garudayaksa FC, Fachruddin Ingin Super Elja 'Bablaske' |
|
|---|
| Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Sabtu 9 Mei 2026 |
|
|---|
| Kebocoran Gas Amonia Pabrik Es Kristal di Kalasan: Warga Alami Sesak Napas Hingga Ikan di Kolam Mati |
|
|---|
| Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dinyatakan Negatif, tapi Jangan Lengah, Virus Masih Ada pada Tikus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suasana-Pantai-Sepanjang-Kabupaten-Gunungkidul-DI-Yogyakarta-ramai-dikunjungi-wisatawan.jpg)