MBG Ramadan Tetap Jalan, Pemkab Sleman Waspadai Lonjakan Permintaan Telur Ayam
MBG tetap jalan saat Ramadan berpotensi meningkatkan permintaan telur ayam, yang dapat memicu kenaikan harga.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan permintaan telur ayam menjelang bulan Ramadan 1447 H. Pasalnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan terus berjalan di bulan puasa dengan penyesuaian menu kering.
Hal ini berpotensi meningkatkan permintaan telur ayam, yang dapat memicu kenaikan harga.
Pantau harga telur
Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan kenaikan harga komoditas dipicu karena permintaan tinggi. Nah menjelang bulan Ramadan ini, pihaknya mengaku terus memantau perkembangan harga telur ayam di pasaran, karena permintaan cenderung meningkat.
"Karena MBG tetap jalan (di Ramadan). Untuk produk yang awet. Nah telur godog kan awet, jika dibagikan pagi sampai sore, masih aman. Telur ini yang kami waspadai lonjakan harga dan stoknya. Sampai sekarang masih stabil,"kata Mae, Jumat (13/2/2026).
Selain telur ayam, Disperindag Sleman juga mewaspadai lonjakan harga cabai dan daging ayam. Menurut Mae, cabai dan daging ayam cenderung meningkat karena masyarakat banyak yang menggelar hajatan dan tradisi ruwahan menjelang Ramadan.
Karena itu, meskipun stoknya banyak namun permintaan yang tinggi menyebabkan stoknya menipis. Pihaknya mengaku berusaha menekan agar lonjakan harga tidak melambung terlalu tinggi, termasuk harga daging sapi dengan komunikasi para peternak. Apalagi berdasarkan informasi sapi yang masuk ke Sleman juga banyak yang diharapkan bisa menambah stok.
"Kami juga akan selenggarakan pasar murah menjelang lebaran. Kami masih tambahan pembiayaan. Kalau dari APBD sementara ada empat titik,"katanya.
MBG ramadan tetap jalan
Sebagaimana diketahui, MBG selama bulan Ramadan 1447 H di Kabupaten Sleman dipastikan tetap berjalan. Namun untuk menyesuaikan ibadah puasa, skema menu diubah dari biasanya nasi, lauk pauk dan buah menjadi makanan kering yang bisa bertahan lama. Meski demikian, menu yang dibagikan ke siswa diharapkan tetap memperhatikan kandungan gizinya, tidak asal-asalan.
Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Akhmad Ritaudin mengatakan selama Ramadan, menu MBG yang dibagikan adalah menu kering. Pihaknya tetap memantau program ini, melalui Korwil dan Pengawas. Utamanya adalah menu kering yang dibagikan. Ia mengaku sudah berpesan kepada Korwil maupun pengawas agar program unggulan Presiden ini dikawal.
"Kami minta tolong dikawal, untuk SPPG makanan yang diberikan ke anak agar tetap bergizi. Jangan hanya asal makanan kering, tapi dikawal. Jangan asal roti.Paling tidak ada susunya, dan telur dan ada buah," kata dia.(*)
| PSS Sleman Rebut Puncak Klasemen, Ansyari Lubis Soroti Fokus Pemain |
|
|---|
| Persiku Kudus Akui Ketangguhan PSS Sleman, Bambang Pujo Soroti Gol Bola Mati |
|
|---|
| PSS Sleman Rebut Puncak Klasemen Grup Timur Setelah Tekuk Persiku 2-1 |
|
|---|
| Injai Bawa PSS Sleman Unggul di Babak Pertama, Persiku Tertekan di Maguwoharjo |
|
|---|
| PSS Sleman Turunkan Kekuatan Penuh Lawan Persiku Kudus: Daftar Susunan Pemain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Harga-Telur-di-Bantul-Tembus-Rp30-Ribu-per-Kilogram.jpg)